Berita Tanahlaut

Nelayan Luar Pulau Kerap Jamah Perairan Tala, Begini Harapan Nelayan Lokal

Penuturan sejumlah nelayan Muara Asamasam, ada sekitar sebelas kapal nelayan yang beroperasi di perairan antara wilayah Muara Asamasam dan Swarangan.

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Kasatpolair Polres Tala Iptu Adro Widyawan memimpin pertemuan dengan nelayan Muara Asamasam dan perwakilan nelayan desa sekitar di Pospolair setempat, Jumat (19_6) siang. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Penangkapan dua kapal dari luar pulau oleh Satpolair Polres Tala mendapat apresiasi kalangan nelayan Muara Asamasam dan nelayan dari desa-desa lainnya di Tala.

Pasalmya selama ini tangkapan mereka berkurang secara drastis akibat beroperasinya nelayan luar pulau tersebut.

"Sangat susut tangkapan ikan kami akibat banyaknya kapal nelayan luar pulau yang mencari ikan di sini," ucap Amat, nelayan Muara Asamasam, Jumat (19/6/2020) siang.

Dua Kapal Nelayan Luar Pulau Diamankan Satpolair Tala karena Lakukan Pelanggaran ini

Bacaan Niat dan Tatacara Salat Gerhana Matahari Cincin Serta Daftar Wilayah Indonesia yang Dilewati

Pencairan Insentif Juni & Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4 Belum Dilakukan, Alasannya Sama

Penuturan sejumlah nelayan Muara Asamasam, ada sekitar sebelas kapal nelayan yang beroperasi di perairan antara wilayah Muara Asamasam dan Swarangan.

Sejak sekitar tiga hari lalu aktivitas kapal nelayan luar itu terdeteksi.

"Memang cukup berat bagi petugas Satpolair di sini kalau harus mengamankan semuanya karena kapal nelayan dari luar pulau itu besar-nesar dan banyak orangnya," sebut H Zainuddin, kepala Desa Muara Asamasam.

Pihaknya senang petugas mampu mengamankan dua kapal nelayan tersebut.

Setidaknya hal tersebut dapat menjadi efek jera agar selanjutnya tidak beroperasi di wilayah perairan Tala.

Apalagi selama ini mereka menggunakan alat tangkap yang dilarang yani cantrang sejenis pukat harimau.

"Harapan kami pemilik dua kapal yang ditangkap diproses hukum dan meminta mereka menandatangani pernyataan tidak akan lagi beroperasi di perairan di Tala," tegasnya yang serta merta diiyakan kalangan nelayan setempat.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved