Ekonomi dan Bisnis
Harga Telur Ayam Tembus Hingga Rp 28 Ribu Per Kilogram, Begini Penjelasannya
Setelah kenaikan harga ayam potong yang tak kunjung turun, kini disusul dengan harga telur ayam yang kembali mengalami kenaikan
Penulis: Leni Wulandari | Editor: Syaiful Akhyar
Editor: Syaiful Akhyar
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setelah kenaikan harga ayam potong yang tak kunjung turun, kini disusul dengan harga telur ayam yang kembali mengalami kenaikan.
Dampak dari kenaikan harga telur ayam ini pun turut dirasa oleh penjual Mi Banjar yang menggunakan bahan telur ayam dalam penyajiannya.
Salah satu pedagang Mi Banjar yang ditemui di kawasan Pasar Sentra Antasari tersebut ialah Mariana Ulfah (39).
Mariana mengungkapkan adanya kenaikan harga telur pun juga harus ia imbangi dengan porsi telur ayam yang lebih sedikit.
Hal tersebut ia ungkapan untuk menyesuaikan dana yang dikeluarkan untuk membeli telur ayam yang dibeli dengan telur ayam yang sudah ia masak dalam sajian Mi Banjar untuk dijual kembali.
• PPDB SMA di Banjarmasin, Calon Siswa Boleh Daftar di 3 Sekolah
• Pasar Unik Motor Bekas Amuntai, Ramai Setiap Kamis, Begini Sambutan Pedagang dan Pengunjungnya
• Menikmati Eksotika Jalan Plasma Berlatar Karst di Mentewe Kabupaten Tanbu
• Daftar Kabupaten dan Kota Zona Kuning Covid-19 yang Berubah Menjadi Zona Hijau di Indonesia
"Untuk Jualan Mi Banjar. Kan ada telur sama ayamnya. Ya, dikurang-kurangi saja telurnya nanti," ucapnya saat ditanya bagaimana menyiasati harga telur ayam yang naik, pada Rabu (24/6/2020).
Harga telur ayam yang mengalami kenaikan memang sudah terjadi dalam lima hari terakhir hingga saat ini.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh karyawan salah satu toko telur ayam yang ada di Pasar Sentra Antasari Jalan P Antasari kelurahan Kelayan Luar, kecamatan Banjarmasin Tengah Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan, yaitu Toko Adi N.Talu, Aril (30).
Menurutnya sudah lima hari terakhir, harga telur ayam di toko tempatnya bekerja mengalami kenaikan harga dari Rp 23.000 menjadi Rp 25.000 per kilogramnya.
Adanya kenaikan harga telur ayam yang terjadi lima hari belakangan hingga saat ini di toko yang menjual telur ayam tempatnya bekerja tersebut pun tidak diketahui pasti oleh Aril.
Hal serupa juga disampaikan oleh karyawan Toko Dayat, Mila (30), saat ditemui di kawasan yang sama.
Salah satu karyawan di toko yang menjual telur ayam dan telur itik itu juga mengungkapkan tidak mengetahui pasti sebab kenaikan harga telur ayam saat ini.
Menurutnya kenaikan harga telur ayam menjadi Rp 25.000 sejak satu pekan terakhir.
"Naik terus. Sekarang Rp 25.000, sudah seminggu," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/tlur.jpg)