Indahnya Matang Keladan

Warga Sering Melihat Harimau Melintas Menghilang Tanpa Bekas

Kejadian mengerikan juga pernah dialami Kepala Bidang Destinasi dan Pengembangan Objek Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar,

Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene
WISATA-Spot-spot foto di puncak di Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan 

Editor: Edi Nugrohop

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJAR - Kejadian mengerikan juga pernah dialami Kepala Bidang Destinasi dan Pengembangan Objek Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Faizal Riza Kasransyah saat berada di Bukit Matang Kaladan.

Menurut cerita yang di sampaikan olesalah satu orang pemerintahan yang pernah berkunjung di sini bersama komunitasnya, kerap memacu motocross di dalam hutan. Namun, secara tidak sengaja, dengan mata telanjangnya, dia menyaksikan macan melintas di jalan.

"Selain itu teman-teman yang lain juga pernah mengalami hal serupa, penampakannya sosok makhluk gaib dalam bentuk seekor macan," ceritanya kepada Banjarmasinpost.co.id, (Senin, 29/06/20).

Macan Misterius di Bukti Matang Kaladan

Matang Kaladan dulu jadi rute saya bersama kawan-kawan bermain trail, dua kali pada malam hari saya bertemu dengan sosok gaib berbentuk macan melintas di depan saya, ukurannya memang tidak terlalu besar sekitar sebesar kambing, tapi ekornya sangat panjang.

Ia mengatakan bahkan bukan dia sendiri yang pernah menyaksikan sosok macan di Matang Keladan, teman-temannya juga pernah mengalami kejadian serupa.

"Saya yakin yang dilihat mereka bukan hewan, melainkan makhluk jadi-jadian, karena selain saya, teman-teman yang lain juga pernah mengalami hal serupa, penampakannya sosok makhluk gaib dalam bentuk seekor macan, tapi kemunculannya sering hanya sekilas setelah itu menghilang tanpa bekas,” tuturnya.

Namun, setelah tempat ini mulai ramai dikunjungi para mahasiswa pencinta alam (Mapala) yang menjadikan area ini sebagai lokasi hiking dan kamping, kesan keangkeran Matang Keladan perlahan mulai meredup.

Paman Birin Tekankan Integrasi Kampung KB dan Kampung Tangguh Banua (KTB) Cegah Penyebaran Covid-19

Terlebih, katanya setelah pohon meranti besar yang dipercayai dihuni makhluk gaib bersosok macan itu ditebang warga.

“Tapi setelah Matang Kaladan mulai dijadikan para Mapala, kesan angker sudah mulai luntur,” ujarnya.

Ia mengatakan berani memberi garansi kepada pendatang, objek wisata ini sudah aman setelah dikelola dengan baik sebagai destinasi wisata.

"Sekarang sudah aman dari hal-hal yang berkaitan dengan mistis dan tiada lagi preman pengganggu, lantaran keamanan terkoordinir dengan baik antara warga lokal yang dibantu TNI dan Polri," lanjutnya. (Banjarmasinpost.co.id/Stan)

Penulis: Stanislaus Sene
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved