Breaking News:

Berita Hulu Sungai Utara

Warga Amuntai Kalsel Ini Bentuk Organsasi untuk Bantu Korban Pelecehan Seksual

Warga asal Amuntai, Kabupaten HSU, IYOPS Global dan Sitisarah wadah konsultasi dan penanganan korban pelecehan seksual dengan bantu recovering mental

ISTIMEWA
Mufradatul Riadhah atau akrab dipanggil Ria, asal Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), Director Gender Equity and Women Empowerment IYOPS Global dan Founder and Director Sitisarah Women Center / Public Speaker. 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Banyak kejadian yang menjadikan perempuan sebagai korban, antara lain dalam kasus pelecehan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Melihat itu, gadis satu ini berupaya membela kaummnya.

Mufradatul Riadhah atau akrab dipanggil Ria, tak ingin perempuan selalu menjadi korban. Dengan kemampuan dan pengalaman dimiliki, gadis asal Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), ini membentuk sebuah lembaga konsultasi bagi para perempuan.

Gadis berusia 23 tahun ini menjadi Director Gender Equity and Women Empowerment IYOPS Global dan Founder and Director Sitisarah Women Center / Public Speaker.

"IYOPS Global dan Sitisarah adalah wadah konsuling (konsultasi) untuk penanganan korban pelecehan seksual dengan membantu recovering mental mereka. Jadi semacam media crisis center bagi wanita yang menjadi korban," ujar Ria kepada Banjarmasinpost.co.id.

Selama ini, menurut Ria, di Provinsi Kalsel masih belum ada lembaga seperti itu. Sementara, para korban pelecehan seksual maupun KDRT perlu dibantu supaya tidak memendam masalah secara mental.

Dit Binmas Polda Kalsel Rangkul Pengusaha Pasar di Banjarmasin, Bantu Korban Covid-19 di Zona Hitam

Peringati Hari Anak Nasional, DPPPA Kalsel Serahkan Bantuan untuk Masyrakat Terdampak Covid

"Kami tidak hanya membantu memulihkan mental mereka, tapi juga berusaha memberi edukasi soal hukum kepada para wanita agar mereka paham hukum," jelas Ria.

Salah satu tindak pelecehan seksual itu antara lain melalui ucapan atau kalimat melecehkan dari seseorang, misal yang menyoroti terhadap fisik si wanita atau hal lain.

"Wanita harus tahu bahwa tindakan pelecehan semacam itu bisa dilaporkan," terang Ria.

Sedangkan dalam kasus KDRT, masih banyak korban KDRT tidak tahu apa yang harus dilakukan atas tindakan yang dialami. Korban tidak bisa berbuat apa-apa.

Halaman
123
Penulis: Salmah
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved