Breaking News:

Berita Banjarmasin

FEBI UIN Antasari Gelar Webinar Nasional, Bahas Tema Kurikurum Menuju Era Kampus Merdeka

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Antasari bersama AFEBIS dam KNEKS gelar webinar nasional dengan tema Kurikulum FEBI menuju kampus merdeka

istimewa
Webinar secara nasional 

Editor: Syaiful Akhyar
BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Antasari bersama Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (AFEBIS), Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) serta Institut Tazkia Bogor menggelar webinar nasional dengan tema Kurikulum FEBI Menuju Era Kampus Merdeka, Selasa (21/7/2020).

Kegiatan webinar nasional  ini berlangsung selama dua hari, 21 hingga 22 Juli 2020 dan menghadirkan tiga narasumber yang kompeten di dalam bidangnya.

Narasumber pertama Dr Mamat S Burhanudin, selaku Kasubdit Pengembangan Akademik Dit PTKI Kemenag RI; Kedua, Dr Sutan Emir Hidayat Direktur Bidang Pendidikan dan Riset Keuangan Syariah dari KNEKS.

Ketiga yang akan menyampaikan materi tanggal 22 Juli 2020 oleh Dr Murniati Mukhlisin, CEP selaku Rektor Institut Tazkia Bogor.

Enam Kelurahan di Kota Banjarmasin Jadi Zona Hijau Covid-19, Kadinkes Banjarmasin Ingatkan Hal Ini

Sempat Melawan, Pelaku Penjambretan Berhasil Dibekuk Anggota Polres Banjarbaru

Asyik! Duta Mall Banjarmasin Geber Super Sale Diikuti 300 Tenant, Ada Gramedia Expo dan Bazar Buku

Remaja Cabuli Adik Tiri yang Masih Balita, Ditangkap di Kasongan Kalimantan Tengah

Narasumber pertama menyampaikan materi tentang arah kebijakan kurikulum FEBI menuju era kampus merdeka. 

Pemateri kedua, menyampaikan tentang pengembangan kurikulum FEBI menuju era kampus merdeka, sedangkan narasumber yang ketiga akan menyampaikan materi tentang Desain Kurikulum FEBI menuju era kampus merdeka.

Dalam sesi pebukaan webinar tersebut, Rektor UIN Antasari Banjarmasin Prof. Dr H Mujiburrahman, M.A menyampaikan apresiasinya kepada FEBI UIN Antasara yang telah berinisiatif dalam melaksanakan webinar tentang kurikulum. 

"ini selaras dengan renstra yang kita buat, selama covid-19 ini kami punya waktu. Jadi, kami sempat berdiskusi panjang lebar menganai renstra kita,” ungkap Rektor, Selasa (21/7/2020).

Mujiburrahman menyampaikan, tahun 2018 UIN Antasari telah membuat kurikulum berbasis KKNI dan direncanakan pada tahun 2021 terkait dengan perubahanan zaman dan integrasi ilmu sebagai ciri khas UIN di seluruh Indonesia, termasuk UIN Antasari, sehingga kurikulum tersebut akan diperbaharui.

Lebih lanjut, Rektor menyampaikan terkait pengembangan kurikulum ini, yakni gagasan Klaus Schwab (Founder and Executive Chairman of the World Economic Forum) yang telah heboh sebelum pandemic Covid-19, yang menulis artikelnya kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku yang berjudul The Fourth Industrial Revolution: what it means, how to respond. 

Di dalam buku itu, Klaus Schcab mengamati ketika dunia berubah berkat teknologi yang canggih saat ini, sistem ekonomi juga mengalami perubahan dan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja juga berubah. 

"Yang menarik bagi saya, apa yang dia kemukakan itu sungguh cocok dan relevan dengan gagasan integrasi ilmu yang ada di UIN-UIN saat ini termasuk di UIN Antasari," papar Mujiburrahman.

Karena dia mengatakan tidak zamannya orang itu berpikir linier dan spesialis, tetapi orang harus terbuka kepada berbagai perspiktif, berbagai ilmu pengetahuan.

(banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved