Berita Viral
Kisah Kiai dari Bantaeng yang Wafat Setelah Selesai Menuntun Syahadat Sakratul Maut sang Istri
Sang Kiai meninggal hanya berselang 1 jam 25 menit, setelah menuntun syahadat sakratul maut istri keduanya.
Pak Kiai menamatkan sekolah Guru Agama di PGA Makassar tahun 1951.
Lalu meraih gelar sarjana muda tahun 1956 dan strata satu tujuh tahun kemudian di IAIN Alauddin Makassar.
Pak Kiai merintis karier sebagai guru agama di madrasah Bantaeng tahun 1961
Tahun 1980 hingga 1989 diamanatkan sebagai Kasubag TU Kandepag Bantaeng.
Saat itu, Pak Kiai masih aktif mengajar di madrasah, berdakwah di pelosok Bantaeng, Bulukumba, dan Jeneponto.
Tahun 1989 hingga 2000, Pak Kiai juga menjabat Kakandepag Bantaeng.
Almarhum meninggalkan lima anak, Dr H Achamd Mujahid MAg, purra kedua Dr Achmad Musyahid MAg, dosen di Fakultas Syariah UIN Alauddin Makassar.
Putri ketiga Pak Kiai adalah Muwahidah Idri SAg, Nurabidah Idrus Mpd, dan si bungsu Akhmad Mujaddin Idrus S.Si.
Semua anak almarhum adalah alumnus pesantren di Sulsel.
Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Kiai NU Idrus Makkawaru Wafat 1 Jam Usai Istri Meninggal, Kemenag Bantaeng: Beliau Sosok Teladan