Breaking News:

Pilkada 2020

Ibnu Dibayangi Mitos, Petahana Tak Bisa Dua Periode dalam Pilwali Banjarmasin

Ibnu Sina yang akan didampingi oleh Arifin Noor dalam Pilwali nanti, tentunya sedikit diuntungkan dengan statusnya sebagai petahana.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: M.Risman Noor
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Ibnu Sina 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Modal manis dimiliki oleh Wali Kota Banjarmasin yakni H Ibnu Sina, untuk kembali maju dalam Pilwali 2020 yang dilaksanakan Desember mendatang.

Ibnu Sina yang akan didampingi oleh Arifin Noor dalam Pilwali nanti, tentunya sedikit diuntungkan dengan statusnya sebagai petahana.

Namun yang tidak kalah penting, Ibnu Sina memiliki modal manis dengan banyaknya torehan prestasi mentereng di berbagai bidang, selama menjabat sebagai orang nomor satu di Kota Seribu Sungai,

Adapun prestasi yang ditorehkannya, di antaranya pernah menerima penghargaan peringkat pertama dari Seven Media Asia-Asia Global Council, Kategori Wali Kota, Best of The Best Figure 2019.

Kemudian Ibnu Sina pula yang menjadikan Banjarmasin sebagai kota pertama di negara-negara di kawasan Asia Pasifik yang melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Dukung Haris Makkie-Ilham Noor di Pilwali Banjarmasin, DPC Gerindra Segera Bentuk Tim Pemenangan

Dua Kadernya Bersaing di Pilwali Banjarmasin, PKS Pastikan Tak Akan Muncul Perpecahan Internal

Namun di tengah prestasi menterengnya selama menjabat sebagai Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina pun dibayangi sebuah mitos untuk bisa mempertahankan kursi orang nomor satu di ibukota Kalsel ini.

Mitos tersebut tidak lain adalah, bahwa tidak ada Wali Kota atau petahana yang bisa mempertahankan jabatannya selama beberapa periode terakhir.

Misalnya pada Pilwali 2010 lalu yang diikuti oleh petahana saat itu, Yudhi Wahyuni, dan berhasil dikalahkan oleh penantangnya yakni H Muhidin.

Berselang satu periode berikutnya, Muhidin juga tak lagi menjabat sebagai Wali Kota Banjarmasin dan digantikan oleh Ibnu Sina untuk periode 2016-2020. Bedanya, saat itu Muhidin memilih bertarung di Pilgub Kalsel.

Mitos ini pun juga sepertinya akan dihadapi oleh Ibnu Sina, terlebih seperti diketahui penantangnya dalam Pilwali nanti juga memiliki modal karena diusung oleh partai besar.

Misalnya saja adalah pasangan Hj Ananda-Mushaffa Zakir yang diusung oleh Golkar, PAN dan PKS, kemudian Haris Makkie-Ilham Noor yang diusung oleh Gerindra.

Diminta tanggapannya mengenai mitos yang akan dihadapinya nanti, Ibnu Sina pun rupanya tak gentar bahkan tertantang untuk mematahkanya.

"Mitos tentang petahana yang tidak bisa dua periode kita buktikan saja nanti. Mitos itu bisa benar dan bisa tidak," kata Ibnu Sina.

Disinggung mengenai parpol yang mendukungnya masih minim bahkan terkesan pas-pasan, Ibnu pun mengaku tak masalah. Terlebih partai Demokrat dan PKB sama-sama mengantongi lima kursi di DPRD Banjarmasin, sehingga sudah memenuhi persyaratan yakni minimal sembaln kursi.

"Tidak masalah karena ulun (saya, red) sudah bisa maju dengan dua partai ini. Dan dinamika politiknya pun saat ini masih sangat tinggi, karena ada beberapa partai yang masih belum menentukan sikap," tutupnya. (banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved