Breaking News:

Wabah Corona di Kallsel

Kaitan Pandemi, Pertambangan dan Perekonomian Kalsel Menurut Tim Pakar Penanganan Covid-19 ULM

Industri pertambangan yang dihantam efek pandemi covid-19 dipastikan ikut menyeret dan menjadi faktor pelambatan pertumbuhan perekonomian Kalsel.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Eka Dinayanti
Istimewa/ Hidayatullah Muttaqin
Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 ULM, Hidayatullah Muttaqin, SE., M.Si., Pg.D 

Dijelaskannya, sektor pertambangan Kalsel sudah mengalami perlambatan sejak triwulan I 2019.

Bahkan pada triwulan IV, pertumbuhan sektor ini minus 1,5 persen meskipun sempat rebound ke 0,1 persen pada triwulan I 2020.

Dengan pertumbuhan -6,0 persen, peranan sektor pertambangan dalam perekonomian Kalsel mengalami penyusutan sebesar -2,2 persen dibanding triwulan I 2020.

"Suramnya sektor pertambangan tidak lain adalah akibat jatuhnya harga batu bara di pasar internasional," kata Muttaqin.

Berdasarkan harga acuan batu bara yang dirilis oleh Kementerian ESDM, nilainya mencapai USD 108 per ton pada Agustus 2018.

Harga batubara kemudian terus menggelinding ke bawah hingga USD 50 per ton pada Agustus 2020.

-Keterkaitan Batu Bara dan Minyak

Pergerakan harga batu bara sangat terkait dengan perkembangan harga minyak dunia, karena batu bara adalah substitusi minyak.

Dalam 5 tahun terakhir harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di puncak tertinggi pada awal Oktober 2018, yaitu sebesar USD 74 per barel.

Setelah itu harga minyak mentah secara gradual mengalami penurunan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved