Wabah Corona di Kallsel
Kaitan Pandemi, Pertambangan dan Perekonomian Kalsel Menurut Tim Pakar Penanganan Covid-19 ULM
Industri pertambangan yang dihantam efek pandemi covid-19 dipastikan ikut menyeret dan menjadi faktor pelambatan pertumbuhan perekonomian Kalsel.
Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Eka Dinayanti
Harga batubara kemudian terus menggelinding ke bawah hingga USD 50 per ton pada Agustus 2020.
-Keterkaitan Batu Bara dan Minyak
Pergerakan harga batu bara sangat terkait dengan perkembangan harga minyak dunia, karena batu bara adalah substitusi minyak.
Dalam 5 tahun terakhir harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di puncak tertinggi pada awal Oktober 2018, yaitu sebesar USD 74 per barel.
Setelah itu harga minyak mentah secara gradual mengalami penurunan.
Bahkan pada bulan April harga WTI sempat berada pada posisi minus.
Saat ini harga minyak mentah WTI nilainya sekitar USD 43 per barel.
Kejatuhan harga minyak dan batu bara adalah akibat terjadinya pelemahan permintaan global.
Pertumbuhan ekonomi dunia sudah mulai melambat pada tahun 2018 hingga 2019 yang salah satu sebab utamanya adalah karena terjadinya perang dagang AS-China.
Pandemi covid-19 di Tahun 2020 ini makin memperparah kondisi ini dan diyakini membuat pertumbuhan ekonomi dunia akan semakin suram.
IMF (2020) dalam World Economic Outlook memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global akan terkontraksi sebesar -4,9 persen sedangkan Bank Dunia (2020) dalam World Economic Prospects mematok angka -5,2 persen untuk pertumbuhan 2020.
"Proyeksi kontraksi ekonomi global tersebut jelas merupakan sebuah peringatan bahwa harga batubara yang menjadi komoditas primadona Kalsel mungkin akan masih menggelinding ke bawah. Artinya perekonomian Kalsel belum dapat lepas dari tekanan jatuhnya harga batu bara pada dua triwulan berikutnya," paparnya.
Besarnya efek penurunan harga batu bara global terhadap perekonomian Kalsel disebabkan dominannya komoditi tambang ini dalam struktur ekspor dan besarnya nilai sektor pertambangan dalam PDRB.
Sementara peranan ekspor impor Kalsel dalam PDRB pada triwulan II 2020 mencapai 98 persen sedangkan pada perekonomian nasional hanya 31 persen.
Ini artinya tingkat keterbukaan perekonomian Kalsel terhadap perekonomian global hampir mencapai 100 persen.