Breaking News:

Sport

Festival Pencak Silat Budaya Digelar 18-19 September 2020, Pemprov Kalsel Gandeng APPSBI Kalsel

Pemprov Kalsel kerja sama APPSBI Kalsel akan menggelar hajatan besar Festival Pencak Silat Budaya Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2020.

banjarmasinpost.co.id/Khairil Rahim
Penampilan pesilat budaya saat peresmian Kampung Bermain Formi Banjarmasin beberapa waktu lalu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Silat Budaya sangat jarang event ini digelar dalam kejuaraan besar. Untuk kembali membumikan silat budaya di Banua pemerintah provinsi Kalsel melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel bakal menggelar hajatan besar se-Kalsel.

Bertajuk Festival Pencak Silat Budaya Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2020 event ini bekerjasama dengan Assosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia (APPSBI) Kalimantan Selatan.

Kadispora Kalsel Hermansyah mengatakan kejuaraan yang akan dilaksanakan pada Jum’at dan Sabtu (18-19/9/2020) nanti di Kiram Park, Desa Kiram Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar.

"Ini dalam rangka pelaksanaan program pembinaan dan Pengembangan olahraga tradisional dan melestarikan Silat Budaya di Banua," kata Hermansyah diwakili Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, M Nasir Selasa (2/9/2020).

UPDATE Covid-19 Kalsel: 124 Orang Sembuh, Positif Bertambah 58 Orang

Update Corona : Bertambah 3.075, Kini Total Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Berjumlah 180.646

Kapolres Kapuas Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Telabang 2020, Begini Arahannya

Kegiatan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke 37 Tahun 2020. Untuk itu panitia meminta keikutsertaan daerah/perguruan untuk mengirimkan pesertanya.

"Tempat pendaftaran di Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Provinsi," sebut dia.

Pedoman peraturan Festival Pencak Silat Budaya Tahun 2011 akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah setempat. Golongan umur, adalah gabungan dari golongan anak-anak, remaja,
dan dewasa dengan umur 5 – 40 tahun, boleh putra dan putri atau gabungan keduanya.

Lalu jumlah peserta Festival Pencak Silat Budaya adalah antara 5 – 10 orang Per Regu meliputi gerak yang dinamis dari kategori tunggal (perorangan), ganda (berpasangan), beregu (berkelompok) dan cerita yang bertema dan dalam penampilannya dapat menggunakan property seperti Senjata, yang jenis dan asalnya
asli nusantara.

Dalam penampilan, tidak boleh ada unsur gerakan TGR dari versi IPSI. Dalam menggali keranah keaslian budaya daerah, peserta Festival Pencak Silat Budaya agar membawakan teknik asli jurus ciri khas dari perguruannya.

Selain itu peserta harus menyampaikan sinopsis pola lantai dan ritme yang digunakan kepada panitia saat technical meeting, untuk penyesuaian irama gerakan dan gamelan.

Peserta wajib menyerahkan narasi naskah kisah/cerita secara tertulis kepada panitia saat technical meeting. Peserta dalam penyampaian pembacaan narasi naskah cerita dibawakan oleh pembaca naskah, peserta dalam penampilan tidak diperbolehkan bicara atau dialog.

"Panitia menyediakan gamelan untuk peserta festival, bagi yang ingin menggunakan gamelan sendiri, atau instrument lain diperbolehkan, dengan sebelumnya menghubungi panitia," tambah dia.

Waktu penampilan adalah 10 menit per regu/peserta yang digabung menjadi satu. Apabila waktunya kurang atau lebih dari 10 menit, maka akan ada pemotongan nilai.

"Pendaftaran dibuka sejak hari ini dan akan ditutup pada hari Kamis, 17 September 2020 Pukul 16.00 Wita atau sewaktu-waktu apabila kuota peserta telah terpenuhi," pungkas dia.

(banjarmasin post.co.id/khairil rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved