Sejarah Gunung Birah Tala

Pohon Lua di Gunung Birah Tala Kalsel Masih Terjaga dan Jadi Sumber Makanan Satwa ini

Pohon yang menjadi makanan satwa langka tersebut juga masih mudah dijumpai di hutan Gunung Birah.

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Buah pohon Lua berserakan di sekitar batang bawah dan menjadi santapan Menjangan. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Jalur fun yang berada di kawasan Gunung Birah di Desa Kandanganlama, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), memiliki keistimewaan tersendiri dibanding jalur ekstrem.

Keistimewaan tersebut antara lain jalurnya berupa kawasan hutan.

Karenanya banyak ragam keanekaragaman hayati yang dapat dilihat dan dirasakan pelancong yang memilih menapaki jalur tersebut.

Di antaranya dapat melihat dan sekaligus meminum segarnya aliran air pegunungan setempat.

Gunung Birah Tanahlaut Kalsel Bukan Objek Wisata Biasa, Ada Kisah Perjuangan di Baliknya

Gunung Birah Berasal dari Nama Tanaman yang Melindungi Pejuang Tala Kalsel dari Incaran Penjajah

Mata Air di Gunung Birah Tala Kalsel Jernih dan Segar, Begini Cara Meminumnya

Satwa Langka di Gunung Birah Tala ini Kadang Masih Terlihat, ini Jumlah Populasinya

Lalu, juga dapat melihat pohon istimewa yang merupakan sumber makanan Menjangan.

Pohon yang menjadi makanan satwa langka tersebut juga masih mudah dijumpai di hutan Gunung Birah.

Warga setempat menamainya pohon/kayu Lua.

Pohon ini tumbuh menjulang tinggi seperti kayu hutan lainnya.

Banjarmasinpost.co.id melihatnya saat mendaki Gunung Birah beberapa waktu lalu.

Buahnya lebat menempal di sekujur batang dan rantingnya.

Warnanya hijau berbentuk bulat mirip buah duku.

Buahnya banyak berguguran di bawah, berserakan di sekitar batang pohon tersebut.

"Nah, buah Pohon Lua yang jatuh itulah yang disantap oleh Menjangan yang masih ada di hutan di sini," tutur H Rosmani, tokoh warga Kandanganlama, Rabu (16/9/2020).

Karena itu pula pihaknya menjaga pohon tersebut, termasuk pohon-pohon lainnya.

Pasalnya jika pohon tersebut musnah, Menjangan yang saat ini populasinya di kawasan hutan setempat kian sedikit juga bakal terancam punah pula.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved