Berita Tanahlaut

Tekan Kasus Covid-19, ini Cara Unik yang Dilakukan Kodim Pelaihari

Komando Distrik Militer (Kodim) 1009/Pelaihari dalam waktu dekat akan menggelar kegiatan khusus yang tergolong unik.

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
LETKOL ADI YOGA SUSETYO, dandim 1009_Pelaihari 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Berbagai elemen di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), terus bahu-membahu melakukan beragam upaya guna turut menekan kasus corona virus diseases (covid-19).

Pasalnya meski kurva penularan virus tersebut kian melandai di Tala, namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.

Apalagi walau sedikit, namun kasus baru konfirmasi positif covid-19 juga masih terjadi hingga sekarang.

Pengakuan Gisel yang Tak Kunjung Diajak Menikah Wijin, Ibu Gempi Lebih Berhati-hati

Perilaku Betrand Peto Disorot Ayah Kandung dari NTT, Putra Ruben-Sarwendah Diminta Ingat Jati Diri

Perilaku Betrand Peto Disorot Ayah Kandung dari NTT, Putra Ruben-Sarwendah Diminta Ingat Jati Diri

Membantu pemerintah daerah menekan kasus covid-19, Komando Distrik Militer (Kodim) 1009/Pelaihari dalam waktu dekat akan menggelar kegiatan khusus yang tergolong unik.

Apa itu? "Kami menggelar virtual run atau ajang lari secara virtual," papar Dandim 1009/Plh Letkol Adi Yoga Susetyo, Senin (21/9/2020).

Event tersebut, jelas Adi, dilaksanakan pekan depan.

Tepatnya Hari Minggu 4 Oktober 2020 bertempat di wilayah Kota Pelaihari dan finish di makodim di kawasan Jalan A Yani, Pelaihari.

Lantaran berupa ajang virtual, peserta diberi kebebasan menentukan di mana mulai start berlari dan jam berapa mulai berlari.

Terpenting jarak tempuhnya sejauh 7,5 kilometer.

"Kami harapkan pukul 10.30 Wita semua peserta sudah tiba di makodim. Start-nya silakan di mana saja dan waktunya silakan diatur sendiri." sebut Adi.

Ia mengatakan peserta berkewajiban berfoto (swafoto) di delapan ikon di Kota Pelaihari dan terakhir di makodim.

Contohnya berswafoto di bundaran Angsau, Taman Kijang Mas Permai, Taman Mina Tirta, Tugu PKK, Tugu Adipura di Parit, Taman Kijang Kencana, dan Masjid Syuhada.

Bagaimana jika peserta mengakali misal ngojek/ngojol? "Itu bakal ketahuan juga karena ada perhitungan rasionalitas waktu tempuh," sebut Adi.

Dikatakannya, pelari tercepat dunia saja untuk melahap jarak 7,5 kilometer perlu waktu 21 menit.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved