Berita Kotabaru

Depresi Persoalan Rumah Tangga, IRT di Hampang Kotabaru Gantung Diri

Sebelumnya pertengkaran, Arif sempat dimarahi korban. Namun pertengkaran tidak berlangsung lama, sekitar pukul 20.30 Wita bersama dua anaknya korban m

Penulis: Herliansyah | Editor: M.Risman Noor
dok polsek hampang untuk bpost
Anggota Polsek Hampang saat melakukakn olah TKP di rumah korban gantung diri 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Ibu rumah tangga memiliki dua orang anak, warga Desa Cantung Kiri Hulu, Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan ditemukan tewas dengan kondisi tragis. 

Korban, LM (30) ditemukan tidak bernyawa di kamar tidurnya, Minggu (20/9/2020) sekitar pukul 23.00 Wita. Setelah suami korban, Arif Naif (32) mendengar tangisan salah satunya anaknya yang juga berada dalam kamar itu. 

Ulah nekad korban mengakhiri hidup dengan meng gantung diri diduga masalah rumah tangga. Korban dan suaminya sempat cekcok mulut.

Percekcokan rumah tangga itu berawal ketika Arif dan kerabatnya pulang dari daerah Kerang, Kalimantan Timur sekitar pukul 19.00 Wita.

Sebelumnya pertengkaran, Arif sempat dimarahi korban. Namun pertengkaran tidak berlangsung lama, sekitar pukul 20.30 Wita bersama dua anaknya korban masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamar dari dalam. 

Sedangkan Aris, malam itu tidur di ruang tamu. Sekitar pukul 23.00 Wita, Aris mendengar suara tangisan anaknya Steven (2 tahun). Tangisan itu tidak dihiraukan, karena Aris merasa istrinya berada di kamar tersebut. 

Lama.-kelamaan Aris curiga, karena tangisan anaknya tidak berhenti dan makin nyaring. Ia pun mencobrak pintu kamar dan melihat istrinya sudah posisi tergantung.

Aris menurunkan tubuh istrinya dengan memotong tali tambang dengan sebuah parang. Kemudian merebahkannya di kasur, namun sudah tidak bergerak.

Pulang dari Pasar Tungging di Belitung Banjarmasin, Istri Temukan Suami Gantung Diri

Berkelahi saat Pesta Miras, Pemulung di Banjarmasin Ini Tusuk Rekan Minum

Kapolres Kotabaru AKBP Andi Adnan Syafruddin SH SIK melalui Kapolsek Hampang Ipda Marjokon membenarkan kejadian tersebut. 

Hasil pemeriksaan oleh puskesmas bersama anggota Polsek, di leher korban tampak berwarna biru kehitaman bekas jeratan tali. Selain tulang leher korban patah. 

"Hasil pemeriksaan dokter tidak ada tanda-tanda kekerasan di bagian tubuh lainya," ujar Marjoko, Selasa (22/9/2020).

Kuat dugaan korban gantung diri, dalam kamar ditemukan dua buah koper yang disusun bertingkat sebagai tempat pijakan untuk bunuh diri. 

"Dari alat bukti yang diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan TKP, interview para saksi serta keterangan dokter dugaan sementara penyebab korban gantung diri akibat mengalami depresi karena masalah keluarga," pungkas Marjoko. 

(Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved