Breaking News:

Kisah Inspiratif

Gadis Asal Amuntai HSU Ini Dulunya Sering Dibully, Sekarang Go Internasional Keliling 15 Negara

Mufradatul Riadhah, gadis asal Amuntai dulunya semasa kulih sering dibully. Namun siapa sangka, sekarang ia go internasional kunjungi 15 negara.

Penulis: Salmah
Editor: Syaiful Akhyar
istimewa
Mufradatul Riadhah 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Sebuah contoh positif bagi generasi muda milenal, bahwa untuk mencapai cita-cita memang banyak tantangan, tapi jangan cengeng dan mudah surut langkah. Sebaliknya hadapi dengan kegigihan.

Sebagaimana Mufradatul Riadhah, gadis asal Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan, yang mampu menghadapi tantangan. Dan kini ia merasakan manisnya buah perjuangan.

Ria, panggikan akrab gadis 23 tahun ini menduduki jabatan penting di bidang sosial dan telah melanglang buana hingga 15 negara!

Ria adalah Director Gender Equity and Women Empowerment IYOPS Global, sebuah LSM yang berpusat di luar negeri. Selain itu ia Founder and Director Sitisarah Women Center / Pubic Speaker.

Walhi Kalsel Ajak Seluruh Elemen Rapatkan Barisan Selamatkan Pegunungan Meratus dari Kerusakan

Hibahkan Lahan 8 Hektare, Pemkab Tala Dukung Politala Jadi Universitas di Kabupaten Tanahlaut,

Arab Saudi Akan Bolehkan Ibadah Umrah untuk Jemaah Luar Negeri, Ini Jemaah yang Diprioritaskan

LSM ini bergerak di bidang kesehatan, ekonomi, sosial, pendidikan. Pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, BKKN, PBB bidang perempuan,

"Sejak kecil saya sudah dikenalkan bahasa asing oleh ibu saya. Beliau berpandangan bahwa bahasa asing itu perlu untuk masa depan saya. Apalagi di era globalisasi perlu penguasaan bahasa," ujarnya.

Keluarga mendorong Ria untuk kuliah di bidang yang cocok dengan minat. Mereka sarankan untuk menempuh pendidikan hubungan internasional yang notabene kental dengan keperluan berbahasa asing terutama bahasa Inggris.

"Saya pikir, betul juga. Kuliah di bidang ini bisa berkarir antara lain sebagai diplomat, siapa tahu bisa jadi duta besar. Hehehe," ujar gadis kelahiran Amuntai, 13 Juni 1997 ini.

Ria kuliah di jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Ia masuk kelas internasional yang dosennya banyak dari luar negeri, ada dari Jerman, Belanda, Amerika Serikat, Jepang, dan lainnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved