Berita Tanahlaut
Iritasi Mata Pada Sapi Berisiko Fatal, Peternak Tala Diminta Lakukan Hal Demikian
Gangguan kesehatan yang mendera ternak sapi harus segera ditangani. Jika terlambat bisa menyebabkan dampak serius yang bakal merugikan peternak.
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: M.Risman Noor
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Gangguan kesehatan yang mendera ternak sapi harus segera ditangani. Jika terlambat bisa menyebabkan dampak serius yang bakal merugikan peternak.
Contohnya sakitnya bola mata sapi. Sepintas terkesan sepele, padahal hal demikian juga berpotensi menyebabkan dampak signifikan terhadap sapi yang dipelihara.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Vetriner, Pascapanen dan Pengolahan Hasil Dinas Peternakan dan Kesehatan (Disnak Keswan) Tala drh Taufik mengatakan kekeruhan (mata) pada kornea mata sapi dapat terjadi karena hal sepele.
Hal seperti itu kadang tak terperhatikan oleh pemilik ternak. Ketika mulai bergejala agak berat baru menjadi perhatian.
Karenanya, ketika melihat keanehan pada mata sapi, peternak harus segera mengobati atau lapor kepada petugas agar penanganan cepat dapat segera dilakukan.
Sakit mata pada sapi, jelasnya, dapat terjadi akibat iritasi. Penyebab iritasi beragam, seperti oleh paparan debu, gesekan ekor. Bisa pula dikarenakan tergores rumput ataupun ranting.
• Pencurian Sapi Masih Hantui Peternak Tala, Ada yang Cuma Tersisa Kepala
• Dorong Indukan Sapi Beranak Tiap Tahun, Peternak Tala Diminta Perlakukan Khusus Sapi Betina
"Kondisi seperti itu juga sering timbul pada ternak yang sedang dalam keadaan lelah akibat mengalami perjalanan jauh," sebut drh Taufik kepada banjarmasinpost.co.id, Selasa (29/9/2020).
Penyebab lainnya yakni adanya perubahan cuaca yag mendadak, terlalu padatnya ternak dalam kandang.
Termasuk kualitas pakan yang rendah juga dapat memecu terjadinya penyakit.
Kerusakan pada kornea pada kasus lanjutan, jelasnya, dapat menjadi parah sehingga mengakibatkan kebutaan.
Karena itu penanganannya melalui pengobatan dengan pemberian antibiotik.
"Cara aplikasinya yakni diteteskan atau disemprotkan langsung ke mata yang sakit," tandasnya.
Guna menghindari meluasnya penyakit, pihaknya menyarankan mata ternak yang terinfeksi segera disolasi dan diobati. Juga harus dihindarkan dari sinar matahari langsung.
Dikatakannya, gejala sakit mata tersebut dapat merugikan peternak karena berat badan sapi akan menurun. Selain itu juga mesti mengeluaran tambahan untuk biaya pengobatan.
"Harga jual pun bisa turun. Maka itu peternak sapi harus mempelajari gejala dan cara penanggulangan penyakit itu," pungkas drh Taufik. (banjarmasinpost.co.id/roy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/sakit-mata.jpg)