Btalk
Btalk : Pendekar Putri kalsel Masih belum Ada Pengganti
Helidah awalnya mempelajari silat untuk bela diri namun semakin hari ditekuni justru bisa menuai prestasi.
Penulis: Khairil Rahim | Editor: Hari Widodo
Heli pun pun semakin keranjingan untuk terus berlatih pencak silat di sekolahnya semangat Heli sempat pudar karena ibunya mengijinkan nya lagi berlatih.
"Ketika bertanding di Marabahan saya mengalami memar di bahu hingga terlihat membiru dan itu kelihatan ibu kemudian saya dilarang untuk latihan," ujar dia.
Namun prestasi demi ini prestasi yang diatur eh membuat heli diijinkan pihak keluarga untuk terus berlatih. Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Heli tiga kali berturut-turut meraih medali emas mulai Kotabaru, Martapura hingga atanjung Tabalong.
Heli juga juara nasional di ajang Pekan Olahraga Pelajar (POPNAS) hingga sempat mengikuti pelatihan nasional (Pelatnas) silat Sea Games di Singapura.
"Waktu itu baru tahap try out. Saya juara di Popnas Riau sehingga ikut dipanggil mengikuti latihan menggantikan salah satu atlet pencak silat pelatnas," paparnya.
Untuk pendekar Putri Kalsel prestasi Heli masih belum ada yang bisa melampaui hingga saat ini dia sudah berkeluarga.
Soal hal itu Heli mengaku sebenarnya bibit-bibit pesilat di Kalsel sangat banyak namun keterbatasan dalam latihan membuat kalah bersaing dengan pesilat tangguh di tanah air.
• Festival Pencak Silat Budaya Kalsel, PPS Harimau Tanahlaut Raih Penampilan Terbaik Peringkat Pertama
Bahkan soal kejuaraan Silat pun termasuk banyak di Kalsel hampir setiap satu tahun ada saja 2-3 kejuaraan yang digelar.
Heli melihat bibir bibit setelah dirinya akan mampu melampaui prestasinya bahkan mungkin hingga ajang internasional.
"Saya melihat pesilat kita mulai kelihatan dengan mampu meloloskan tiga pesilat di ajang Pekan Olahraga Nasional di Papua," pungkas dia.(Banjarmasin post.co.id/Khairil rahim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/banjarmasin-post-bicara-apa-saja-menghadirkan-atlet-pencak-sikat-pu.jpg)