Berita HSU
VIDEO Bupati HSU Launching Laboratorium PCR di RSUD Pambalah Batung
Fasilitas laboratorium PCR adanya di RSUD Pambalah Batung di Kota Amuntai, Kabupaten HSU, Provinsi Kalsel, dan sudah mulai beroperasi.
Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Saat ini masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan, telah memiliki laboratorium PCR (polymerase chain reaction).
Fasilitas tersebut adanya di RSUD Pambalah Batung di Kota Amuntai dan sudah mulai beroperasi.
Direktur RSUD Pambalah Batung Amuntai, dr Yandi Friandi, mengatakan, untuk fasilitas seluruhnya sudah disesuaikan dengan aturan. Salah satunya adalah tidak bergabung dengan pelayanan umum.
Karenanya, laboratorium PCR diletakkan terpisah dengan jalur keluar dan masuk yang berbeda. Sehingga, petugas yang masuk dan keluar tidak saling bertemu untuk menghindari kontak langsung.
Baca juga: Bagi Sembako kepada Warga di Lokasi TMMD Sarang Burung Kabupaten HSU
Baca juga: VIDEO Petani Jingah Bujur Kabupaten HSU Berharap Bisa Tanam 2 Kali Dalam Setahun
Baca juga: Kedapatan Bawa Sabu, Warga Kebun Sari HSU Diciduk Polisi di Pinggir Jalan
Baca juga: VIDEO : Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi Kabupaten HSU
”Tenaga kesehatan yang bertugas sudah mengikuti diklat pengambilan sampel dan pemeriksaan sekitar dua minggu, tim dibagi menjadi dua kelompok hal ini dilakukan sesuai dengan aturan dan standar," ujarnya.
Untuk tarif juga disesuaikan dengan peraturan kesehatan, yaitu Rp 900.000 dengan lama pengerjaan disesuaikan dengan jumlah sampel yang masuk. Sebelumnya sudah ada 14 sampel yang masuk dan hasilnya seluruhnya negatif.
Kegiatan peresmian ini dihadiri Bupati HSU Abdul Wahid. Dikatakan, adanya laboratorium PCR ini merupakan wujud keseriusan pemkab dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Hingga saat ini, lebih dari 6.000 warga yang melakukan rapid test dan lebih dari 3.000 warga melakukan swab.
"Persentase kesembuhan di Kabupaten HSU adalah 90,43 persen dan ini cukup tinggi, Namun, akan terus dilakukan upaya terbaik untuk terus meningkatkan jumlah kesembuhannya," ujarnya.
Bupati Abdul Wahid menambahkan, Pemkab HSU menyediakan anggaran untuk laboratorium PCR karena masih belum diketahui kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir. Sehingga, perlu melakukan upaya terbaik untuk pencegahan dan juga penanggulangannya.
Bupati dan unsur muspida juga melihat langsung kondisi dalam laboratorium dan mendapat penjelasan bagaimana proses sejak pengambilan sampel sampai hasil yang diketahui.
(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)