Breaking News:

Berita Kalteng

Guru Agama di Kalteng Ikut Dialog tentang Radikalisme yang Digelar FKPT dan BNPT

Sebanyak 90 guru agama di Kalteng ikut dialog radikalisme oleh FKPT Kalteng dan BNPT di di Aquarius Boutique Hotel, Jalan Imam Bonjo, Kota Palangkaray

Penulis: Fathurahman | Editor: Alpri Widianjono
FKPT KALTENG UNTUK BPOST GROUP
Peserta dialog beri simbol tolak radikalisme dalam acara dialog di Aquarius Boutique Hotel, Jalan Imam Bonjo, Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (21/10/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Tengah, menggelar dialog, Rabu (21/10/2020).

Membahas tentang Internalisasi Nilai-nilai Agama dan Budaya di  Sekolah dalam Menumbuhkan Moderasi Beragama, kegiatan dilaksanakan di Aquarius Boutique Hotel, Jalan Imam Bonjo, Kota Palangkaraya, Kalteng.

Kegiatan tersebut melibatkan 90 orang guru agama untuk ikut berdialog dengan sejumlah pemateri, M Sofyan Sauri (mantan narapidana terorisme), Dr Mahnan Marbawi MA (Ketum PP AG PAI I) dan Syamsuri Yusup (Kabid Agama Sosial dan Budaya FKPT Kalteng).

Dalam kegiatan tersebutm puluhan guru agama dari Sekola Dasar (SD) Ibtidaiyah, taman kanak-kanak (TK), dan SMP Tsnawiyah tampak antusias mengikuti rangkaian dialog dengan melakukan tanya jawab dengan pemateri.

Baca juga: Wali Kota Palangkaraya Minta Warga Peduli Lingkungan, Drainase Dibenahi Cegah Banjir saat Hujan

Baca juga: Tiga Pleton Personel Pasukan Anti Anarki Polda Kalteng Gelar Sispamkota Jelang Pilkada Kalteng 2020

Baca juga: Petugas Bagi Masker Sembari Sosialisasi Protokol Kesehatan kepada Warga Palangkaraya

Baca juga: Sempat Kabur, Pelaku Penusukan di Puntik Luar Batola Diamankan di Pulangpisau Kalteng

Dikatakan Syamsuri Yusuf, para guru dan orangtua wajib mengawasi dan membimbing anak-anak didiknya agar tidak melenceng dalam memahami agama.

Menurut dosen Universitas Palangkaraya tersebut, saat ini Kalteng angka indeks potensi radikalisme melebihi angka nasional, yakni mencapai 39 scorenya.

Sedangkan angka indek nasional di bawahnya, yakni 38, untuk scorenya pengkajian riset BNPT tahun 2017 sampai 2019. Karena itu, harus benar-benar diwaspadai.

"Saat ini pembelajaran lewat media daring tidak tatap muka, potensi untuk anak didik belajar agama di medsos atau google harus diberikan bimbingan dari guru agama di sekolah. Orangtua di rumah, juga wajib mengawasi dan membimbingnya agar mereka tidak melenceng pemahamanya," ujar Wakil Ketua MUI Kalteng ini.

Sementara itu, Sofyan Tsauri, dalam kegiatan tersebut mengharapkan para guru untuk mendorong  dalam mendidik siswa atau anak didik moderat dalam beragama dan belajar agama yang sempurna dari guru yang tepat. 

(Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved