Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

OJK Ingatkan Masyarakat Waspada Investasi Keuntungan Tak Wajar, Investasi Bodong Capai Rp 92 Triliun

OJK terus berikan edukasi kepada masyarakat menekan kasus investasi ilegal alias bodong yang nilainya mencapai Rp 92 triliun dari 2009 hingga 2019.

banjarmasinpost.co.id/Mariana
Kepala OJK Regional IX, Riza Aulia Ibrahim berikan penjelasan kepada awak media terkait PEN dan investasi legal 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekaligus Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing mengatakan, masyarakat harus waspadai tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tak wajar.

Investasi tersebut itu semakin marak namun ilegal atau bodong.

Menyikapi itu, pihaknya menyatakan akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menekan kasus investasi ilegal alias bodong yang nilainya mencapai Rp 92 triliun dalam kurun waktu dari 2009 hingga 2019.

Masyarakat harus waspada, permasalahan yang terjadi pada investasi ilegal selalu menjanjikan keuntungan yang sangat besar dalam waktu cepat.

"Kasus yang terungkap beberapa waktu lalu, MeMiles dengan top up Rp 7 juta dapat Fortuner, top up Rp12 juta dapat Alphard, ini banyak sekali yang ikut, tidak masuk akal," ujarnya saat pemaparan CMSE 2020, Jumat (23/10/2020).

Baca juga: Cegah Muncul Klaster Baru Covid-19, Tradisi Baayun di Desa Banua Halat Kabupaten Tapin Ditiadakan

Baca juga: Daftar BLT UMKM Tak Bisa Online Lewat http://depkop.go.id, Ini Syarat Daftar Raih Rp 2,4 Juta

Baca juga: Bantuan UKM Rp 31 Juta, Simak Syarat dan Cara Daftarnya Menurut Facebook

OJK akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menekan kasus investasi ilegal alias bodong yang nilainya mencapai Rp 92 triliun dalam kurun waktu dari 2009 hingga 2019.

Tongam lalu menguraikan ciri-ciri investasi bodong, di antaranya, terlalu banyak iming-iming dengan memanfaatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, bahkan selebriti.

Tujuannya untuk menarik perhatian masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan menonjolkan testimoni dari para tokoh tersebut.

Seperti di kota-kota yang kental dengan agama, mereka menggunakan tokoh agama. Karena tokoh agama memiliki pengaruh cukup kuat bagi masyarakat.

Selain itu dengan menjanjikan bonus fantastis. Misalnya dengan semakin banyak perekrutan anggota baru maka akan semakin besar perolehan poin dan bonus yang didapat.

Padahal dalam perdagangan, bonus akan diperoleh jika semakin banyak barang yang dijual. Namun di investasi ilegal justru semakin banyak anggota semakin banyak bonus yang didapatkan.

Investasi ilegal juga kerap mengklaim produk investasinya tanpa risiko dan ini tidak masuk akal. Terakhir, legalitas yang dimiliki tidak ada, seperti tidak memiliki izin usaha, izin produk, izin kegiatan.

"Kami minta agar masyarakat tetap waspada dengan tawaran investasi yang menggiurkan, karena biasanya investasi semacam itu tidak berijin alias bodong," pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved