Ekonomi dan Bisnis
Oktober 2020, Perkembangan Merchant QRIS di Kalsel Capai 43.932
Perkembangan merchant QRIS di Kalimantan Selatan (Kalsel) saat ini mencapai 43.932 sampai dengan 9 Oktober 2020
Penulis: Mariana | Editor: Hari Widodo
Editor : Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kesadaran penggunaan transaksi digital semakin meningkat, terutama digunakan oleh para pelaku usaha sektor perdagangan yang mana bersifat praktis dan memudahkan dalam transaksi jual beli.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalsel, Amanlison Sembiring menyampaikan, untuk menjawab tantangan dan peluang digitalisasi, BI telah menetapkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025, sebagai panduan arah kebijakan BI di bidang sistem pembayaran pada era digital.
"Salah satu implementasi BSPI adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Perkembangan merchant QRIS di Kalimantan Selatan (Kalsel) saat ini mencapai 43.932 sampai dengan 9 Oktober 2020," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (24/10/2020).
Pemanfaatan QRIS tidak terbatas pada transaksi komersil namun untuk saat ini beberapa rumah ibadah di Kalsel sudah menggunakan QRIS untuk kemudahan melakukan donasi baik dalam bentuk zakat, infaq, dan sedekah (ZIS).
Baca juga: Permudah Transaksi Finansial, Bank Mandiri Syariah Sosialisasikan Metode Pembayaran QRIS
Baca juga: Antusiasme Tinggi, Jumlah Merchant QRIS di Kalsel Capai 40.083 Buah
Baca juga: Transaksi Non Tunai Makin Meningkat di Kalsel, Merchant QRIS Kalsel Capai 38.279
Hal inilah yang mendorong arus perubahan digitalisasi, yang mana Indonesia memiliki potensi besar untuk dioptimalkan khususnya terkait inklusivitas dan elektronifikasi untuk mendorong percepatan ekosistem keuangan digital.
Pembatasan sosial atau physical distancing berdampak juga kepada akselerasi digitalisasi yang semakin cepat dan menjadi solusi yang dibutuhkan masyarakat dalam bertransaksi dan pembayaran.
Memasuki masa new normal, berbagai edukasi dan diskusi dilakukan KPw BI Kalsel yang bertujuan mendorong masyarakat agar bertransaksi digital selama pandemi.
Di antaranya webinar Digitalisasi Transaksi Keuangan di Era Adaptasi Kebiasaan Baru: Perspektif Syariah yang digelar beberapa waktu lalu.
Baca juga: Merchant Pengguna QRIS Capai 3,64 Juta, Usaha Mikro dan Kecil Dominasi 87,2 Persen
Yang menghadirkan narasumber imam besar masjid istiqlal), H Noor Fahmi selaku Kepala Kemenag Kalsel, Prof Dr Abdul Hafiz Anshari selaku Wakil Ketua MUI Kalsel, Drs H Gusti Mahfudz, Ak CA, CPA, CPI selaku Wakil Ketua III Baznas Kalsel.
Kemudian ada Rico Wardhana selaku Group Head Digital Banking Bank Syariah Mandiri (BSM) dan R Bambang Setyo P selaku Kepala Divisi Sistem Pembayaran PUR dan MI. (banjarmasinpost.co.id/mariana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kepala-kpw-bi-kalsel-amanlison-sembiring-dan-kanan-plt-gubernur-kalsel.jpg)