Berita Banjarmasin
DPW PPNI Kalsel Dorong Program Satu Desa Satu Perawat, Dukung Pembangunan Kesehatan di Kalsel
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kalsel mendorong Program Satu Desa Satu Perawat.
Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Syaiful Akhyar
Editor: Syaiful Akhyar
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Guna mendukung pembangunan kesehatan dan menciptakan sinergitas dengan Pemerintah, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kalsel mendorong Program Satu Desa Satu Perawat.
Yang mana program tersebut sudah dilakukan pembahasan di tingkat pusat bersama sejumlah Kementrian, di antaranya Menteri Desa, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan.
Progres Program Satu Desa Satu Perawat itu di sampaikan langsung oleh Plt Ketua DPW PPNI Kalsel, Dedi Aprizal.
"Program Satu Desa Satu Perawat sudah dibahas di pusat bersama Kementrian, dan kemungkinan besar program ini bisa terlaksana" katanya.
Baca juga: Karhutla di Kabupaten Banjar Rambah Seluas 177 Hektare, Hampir 50 Persen Terpusat di Karang Intan
Baca juga: Kasus ISPA di Kabupaten Banjar Turun, Dampak Kemarau Basah
Baca juga: Antisipasi Dampak La Nina, BPBD HSS Imbau Warga Waspadai Angin Kencang dan Tanah Longsor
Program Satu Desa Satu Perawat menurut Dedi merupakan langkah yang sangat efektif untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada Masyarakat, terlebih di masa pandemi seperti sekarang.
"Apalagi di masa pandemi ini, bila program itu sudah terlaksana, akan sangat efektif untuk melakukan upaya pengawasan, pembinaan," jelasnya.
Untuk itu Dedi mengharapkan Pemerintah Daerah dapat mengakomodir program tersebut, sehingga dapat dimasukkan ke dalam program dan kegiatan serta penganggaran APBD Provinsi Kalsel.
"Bagaimana Pemerintah dapat mengakomodir Program-program Kami, dalam rangka meningkatkan kopetensi Tenaga Kesehatan khususnya Perawat," ungkapnya.
Selain itu Dedi juga mengapresiasi kepada Pemerintah, yang mana sudah memperhatikan para Perawat yang sedang bekerja merawat Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi. Senin (26/10/2020).
"Kami berharap semoga tunjangan yang selama ini lancar bisa dipertahankan, apabila ada kendala bisa diminimalisir, sehingga pemenuhan hak-hak Perawat dan Tenaga Kesehatan dapat dipenuhi," ucap Dedi.
(banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/plt-ketua-dpw-ppni-kalsel-dedi-aprizal.jpg)