Breaking News:

MAULID Nabi 2020

MAULID Nabi 2020 Seperti Keinginan Muhammadiyah, Ada Amalan dan Shalawat di Bulan Rabiul Awal

Muhammadiyah menyarankan agar perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dilakukan dengan khidmat dan meneladani sifat Rasulullah SAW

KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Muhammadiyah Abdul Muti ditemui di kediaman Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, Jakarta, Selasa (20/6/2017). 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Hari kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad SAW sering diperingati dengan mengundang banyak umat seperti di masjid atau di rumah-rumah.

Termasuk lembaga atau kelompok-kelompok yasinan, grup arisan ibu-ibu dan organisasi masyarakat lainnya, Maulid Nabi digelar dengan sangat meriah. Bahkan ada yang menggelar acar itu seperti kawinan.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengingatkan umat Islam tidak memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan seremonial yang menghadirkan banyak orang atau berkerumun.

Sebab, saat ini Indonesia masih menghadapi musibah pandemi Covid-19.

"Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad sebaiknya tidak dilakukan seremonial yang menghadirkan banyak orang," kata Mu'ti kepada Kompas.com, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: UCAPAN MAULID Nabi 2020 Bahas Inggris ada di Sini, 40 Kata-kata Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW

Baca juga: BESOK Maulid Nabi 2020, 10 Macam Sholawat Nabi Muhammad SAW serta Amalan Hajat Dunia Akhirat

Baca juga: Maulid Nabi 2020 : 10 Keutamaan Rabiul Awal, Bulan Kelahiran & Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Mu'ti menyarankan agar perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dilakukan dengan khidmat dan meneladani sifat Nabi Muhammad.

Menurut dia, Nabi Muhammad SAW adalah pribadi yang sangat sabar dan memiliki keteguhan dalam mengemban misi risalah, menghadapi kesulitan, dan menyelesaikan berbagai persoalan.

"Yang penting adalah usaha kita meneladani kehidupan Nabi Muhammad sebagai uswah dan qudwah, baik dalam kehidupan pribadi maupun masyarakat," ujarnya.

Selama masa liburan panjang Mu'ti juga mengimbau masyarakat untuk tidak keluar rumah apabila tidak ada sesuatu yang mendesak.

Ia menyarankan masyarakat untuk menghabiskan waktu liburan dengan beristirahat di rumah.

Halaman
1234
Editor: Didik Triomarsidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved