Breaking News:

Maulid Nabi 2020

PUNCAK Maulid Nabi Muhammad, Orang Irak yang Sakit Hati Terkait Kartun Nabi, Bakar Bendera Perancis

Kemarahan orang Irak memuncak saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, mereka menginjak foto Presiden Macron dan membakar bendera Perancis

AFP PHOTO/-
Foto yang diambil pada 1 September 2020 memperlihatkan halaman muka majalah satir Perancis, Charlie Hebdo, bertuliskan Semua ini hanya untuk itu, guna menandai dimulainya sidang terhadap 14 komplotan pelaku Kouachi Bersaudara, yang menyerang kantor mereka pada 7 Januari 2015 di mana 12 orang tewas. 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, BAGHDAD - Saat peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW di Masjid Abu Hanifa, Azamiyah, Baghdad, sejumlah orang malakukan protes terhadap Kartun Nabi.

Warga Irak marah atas sikap Presiden Perancis Emmanuel Macron soal kartun Nabi Muhammad membuat mereka membakar bendera negara Perancis di ibu kota Baghdad, Rabu (28/10/2020).

Di dalam perayaan yang semestinya menjadi sakral itu para jemaah berkumpul di luar masjid, menginjak-injak foto presiden Emmanuel Macron dan membakar bendera Perancis, seperti dikutip Associated Press (AP).

Salah satu jemaah berkata, "Kami mencela apa yang dilakukan presiden Perancis, tindakannya menghina Nabi Saw. Kami berharap Islam dan terutama dunia Arab memboikot produk Perancis karena telah menghina Nabi Saw."

Baca juga: MAULUD atau Maulid Nabi Muhammad SAW, Ini Hukum Memperingati Lahirnya Rasulullah 12 Rabiul Awal

Baca juga: HARI Ini Maulid Nabi Muhammad SAW, 10 Bacaan Sholawat Nabi & Amalan Sambut Kelahiran Rasulullah SAW

Baca juga: Kartun Nabi di Perancis, Presiden Iran: Menghina Nabi Muhammad Artinya Menghina Semua Muslim

Negara-negara mayoritas muslim di seluruh dunia telah marah atas penolakan Macron pekan lalu untuk mengutuk publikasi atau tampilan karikatur Nabi Muhammad.

Masalah tentang karikatur Nabi Muhammad kembali mencuat dalam beberapa hari terakhir setelah kasus pemenggalan mengerikan di dekat Paris yang menimpa seorang guru.

Guru itu, Samuel Paty sebelum dibunuh dengan tragis, mengajar kelas kebebasan berpendapat dan menunjukkan karikatur Nabi Muhammad terbitan Charlie Hebdo.

Pembunuhnya, imigran dari Chechnya, Rusia, Abdoullakh Anzorov yang masih berusia 18 tahun langsung ditembak mati oleh polisi Perancis.

Sejak kematiannya, Samuel Paty digembar-gemborkan sebagai simbol cita-cita sekuler Perancis yang kokoh dan menolak interupsi agama di ruang publik.

Macron dan anggota pemerintahannya telah berjanji untuk terus mendukung karikatur yang dilindungi oleh kebebasan berekspresi itu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Orang Irak Bakar Bendera Perancis Saat Perayaan Maulid Nabi", Klik untuk baca:

Editor: Didik Triomarsidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved