Amandit Loksado Lestari Outbond Camp

Tersedia Balai Menginap Desain Unik, Bangunan dari Bambu dan Limbah Kayu Lurus

Amandit Loksado Lestari Outbond Camp kini tersedia penginapan yang konsep bangunanya diadopsi dari rumah balai adat Dayak Loksado

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/hanani
Balai menginap unik dari bambu, alternatif tempat mengnap yang nyaman bagi wisatawan yang tak ingin tidur di tenda. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Kawasan Amandit Loksado Lestari (ALL) Outbond Camp berada di kawasan wisata alam Loksado di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS)..

Pihak pengelola terus melengkapi fasilitas untuk meningkatkan pelayanan terhadap wisatawan.

Selain melayani menginap di alam dengan fasilitas kemah atau tenda, tersedia pula penginapan, yang konsep bangunanya diadopsi dari rumah balai adat Dayak Loksado.

 Penginapan tersebut baru dibangun 2020 dan diresmikan Bupati HSS H Achmad Fikry pada Agustus 2020 lalu.

Baca juga: Setelah Basah-basahan Berarung Jeram, Wisatawan Bisa Request Nasi Humbal Iwak Bapalan

Baca juga: Pilih Jajal Rafting Pakai Rakit Bambu, Perahu Karet Atau Trekking ke Hutan Meratus Ini Tarifnya

Syaifur Rahman, pengelola seklaigus pemilik outbond dan jasa wisata tersebut membangun penginapan unit dan menarik.

Bangunan ini, terbuat dari bahan bambu, serta memanfaatkan kayu limbah jenis kayu lurus dari masyarakat setempat, menghasilkan bangunan yang unik dan etnik.

 “Bentuk bangunannya, terinspirasi dari rumah balai adat. Tapi ini bukan rumah balai, karena rumah balai itu tempat yang sakral bagi warga adat. Kami adopsi konsepnya saja, yaitu bentuk rumah panggung dengan bahan bambu dan kayu limbah dari tebangan pohon masyarakat di sini, Jenisnya kayu lurus atau kayu sungkai yang dihaluskan, kemudian disusun, ternyata bahannya kuat,”kata Camang.

Baca juga: Menginap di Dalam Tenda Tepi Sungai Loksado Berhawa Dingin, Rasakan Sensasi Ini

 Tersedia 11 kamar, dengan kapasitas tiga orang hingga 10 orang. Ada tiga tipe kamar, yaitu kapasitas tiga orang dengan ukuran 3x2,5 meter dilengkapi kasur ukuran 160xali 200, dengan tariff 300 ribu. Kemudian kamar dengan kapasitas lima orang, bisa untuk satu keluarga, tariff 350 ribu per malam, kasur nomor satu.

"Ada pula balai indung atau uma, kamar dengan tiga bed besar bisa diisi 10 orang. Biasanya untuk keluarga,”jelas Camang. (banjarmasinpost.co.id/hanani)  

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved