Berita Banjarmasin

HPCSN Deklarasikan Berdirinya Forum Saintis Muda di Stasiun Riset Bekantan Pulau Curiak Batola

Memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) dideklarasikan berdirinya Forum Saintis Muda di Stasiun Riset Bekantan Pulau Curiak.

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Eka Dinayanti
Amalia Rezeki untuk Banjarmasin Post
Pengurus Forum Saintis Muda di Stasiun Riset Bekantan Pulau Curiak 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) dideklarasikan berdirinya Forum Saintis Muda di Stasiun Riset Bekantan Pulau Curiak.

Peringatan HCPSN merupakan agenda tahunan yang diperingati setiap tanggal 5 November.

Tujuan dari peringatan ini untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan, pelestarian puspa dan satwa nasional serta untuk menumbuhkan dan mengingatkan akan pentingnya puspa dan satwa dalam kehidupan kita.

Peringatan HCPSN pertama kali digagas pada tahun 1993 oleh Presiden Soeharto dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993.

Baca juga: JOE BIDEN Presiden AS ke-46, Dongkrak Harga Emas Dunia ke Level Tertinggi

Baca juga: Pria di Video Syur Mirip Gisella Anastasia Disorot Pasca Viral dan Gisel Trending di Twitter

Baca juga: AWAS 5 Rekening Ini, Subsidi Gaji Tak Bisa Masuk, Ida Fauziyah: Minggu Ini Bisa Disalurkan

Pada saat itu, Soeharto mengajak kepada penduduk Indonesia pada umumnya untuk bisa melestarikan lingkungan hidup.

Pada peringatan HCPSN tahun 2020 ini, Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) Foundation bersama dengan teman-teman dari Forum Saintis Muda Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memperingatinya dengan aksi konservasi melalui sosialisasi edukasi, penanaman mangrove rambai, perang sampah plastik di sungai, monitoring populasi bekantan di Stasiun Riset Bekantan Pulau Curiak.

Kegiatan ini sekaligus deklarasi berdirinya Forum Saintis Muda ULM, yaitu wadah diskusi dan peneliti muda dari ULM.

Peringatan ini dilaksanakan pada hari Kamis lalu di Stasiun Riset Bekantan Pulau Curiak - Anjir Muara - Barito Kuala - Kalimantan Selatan.

Aksi konservasi ini diikuti oleh SBI, Forum Saintis Muda - ULM dan Kelompok Nelayan Peduli Lingkungan.

Menurut Gusti Maharani, koordinator aksi konservasi melalui rilisnya, Sabtu (7/11/2020), peringatan HCPSN ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap perlindungan dan pelestarian puspa dan satwa liar di Indonesia, khususnya di kawasan Stasiun Riset Bekantan.

Lebih lanjut Rani mengatakan, sebutan akrab mahasiswi MIPA Biologi ULM ini, mereka tidak ingin ketidaktahuan masyarakat malah menjadi ancaman kelestarian puspa dan satwa.

Menurut ketua kordinator Forum Saintis Muda -ULM yang baru dikukuhkan ini, ancaman tersebut tidak hanya disebabkan oleh faktor alam seperti hilangnya habitat akibat kebakaran hutan dan alih fungsi lahan, akan tetapi beberapa kasus seringkali justru disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri.

Seperti perburuan dan perdagangan ilegal, khususnya satwa dilindungi yang masih sering terjadi di wilayah Kalsel.

Pengurus Himpunan Saintis Muda ULM, ketua kordinator dijabat Gusti Maharani, wakil ketua Muhammad Ramadhan Jayusman, sekretaris Gusti Dewitarinowati untuk bidang penelitian Aldy Herianoor, bidang Pendidikan Candra Pratama dan bidang Pengabdian Nafisa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved