Pilpres AS 2020

Trump Masih Belum Menyerah

Update Pilpres AS 2020: Donald Trump galang modal untuk kasuskan penghitungan suara setidaknya Rp 852,6 miliar

Tayang:
Editor: Didik Triomarsidi
Vox.com
Calon Presiden AS Donald Trump. 

Tuntutan hukum tim kampanye Trump telah kalah dalam putusan pengadilan di beberapa negara bagian yang diperebutkan dengan ketat, seperti Georgia dan Nevada.

Namun, mencetak kemenangan di Pennsylvania pada Jumat, ketika pengadilan memerintahkan pejabat pemilihan untuk menyisihkan surat suara sementara, yang diberikan pada Hari Pemilihan oleh pemilih yang tidak hadir atau surat suara masuk yang diterima tepat waktu.

Baca juga: UPDATE Pilpres AS 2020: Joe Biden Ambil Alih Georgia, Sebelumnya Daerah Kekuasaan Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat mendengarkan penjelasan normalisasi hubungan Bahrain-Israel di Oval Office Gedung Putih, Washington DC, Jumat (11/9/2020).
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat mendengarkan penjelasan normalisasi hubungan Bahrain-Israel di Oval Office Gedung Putih, Washington DC, Jumat (11/9/2020). (AP PHOTO/ANDREW HARNIK)

“Perlu ada kesabaran karena proses terus berjalan,” kata Marc Short, kepala staf Wakil Presiden Mike Pence.

“Ada masalah untuk memastikan bahwa setiap suara sah dihitung,” lanjut Short.

Trump menulis di Twitter pada Jumat malam bahwa dia memiliki "keunggulan besar" di negara bagian menjelang malam pemilihan, yang "secara ajaib" menghilang seiring waktu berjalan.

"Mungkin keungggulan itu akan kembali seiring proses hukum kami yang bergerak maju!" tulisnya.

Penasihat senior kampanye Trump, David Bossie, seorang aktivis konservatif terkemuka yang memimpin kelompok advokasi, Citizens United, telah dipilih untuk memimpin langkah hukum pasca pemilihan, menurut sebuah sumber yang akrab dengan strategi kampanye Trump.

Bossie termasuk di antara sekelompok loyalis Trump yang berada di Las Vegas, yang pada pekan ini menantang penghitungan pemilu di Nevada.

Bisa dibilang Bossie adalah senjata di antara lingkaran dalam Trump yang akan diberdayakan untuk memenangkan tuntutan hukumnya.

Ketika Biden memperluas keunggulan sempitnya di Pennsylvania dan Georgia pada Jumat, seorang pejabat Republik mengatakan meragukan strategi kampanye untuk menantang penghitungan suara di berbagai negara bagian, dapat menghasilkan kemenangan bagi Trump.

“Matematika adalah apa adanya. Anda melihat apa yang diperlukan untuk menghitung ulang, untuk membalikkan hasil, dan kami berada di luar angka-angka itu,” kata pejabat itu, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena sensitivitas masalah tersebut.

Tim kampanye Biden pada Rabu meluncurkan "Biden Fight Fund" untuk membantu mengumpulkan uang untuk pertempuran hukum, menurut email yang ditinjau oleh Reuters.

Seorang juru bicara kampanye Biden tidak segera berkomentar apakah mereka telah menetapkan target penggalangan dana.

"Presiden mengancam akan pergi ke pengadilan untuk mencegah tabulasi suara yang tepat," kata manajer kampanye Biden, Jen O'Malley Dillon dalam email,

Kemudian, ia menambahkan bahwa pertempuran bisa berlangsung selama berminggu-minggu.

Pejabat Republik mengatakan sudah waktunya bagi presiden untuk "berpindah".

"Perlombaan ini telah berakhir, dan satu-satunya orang yang tidak melihatnya adalah Donald Trump," kata pejabat itu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pilpres AS: Trump Galang Modal untuk Kasuskan Penghitungan Suara Setidaknya Rp 852,6 Miliar", Klik untuk baca:

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved