Pilpres AS 2020

Trump Masih Belum Menyerah

Update Pilpres AS 2020: Donald Trump galang modal untuk kasuskan penghitungan suara setidaknya Rp 852,6 miliar

Tayang:
Editor: Didik Triomarsidi
Vox.com
Calon Presiden AS Donald Trump. 

Update Pilpres AS 2020: Donald Trump galang modal untuk kasuskan penghitungan suara setidaknya Rp 852,6 miliar

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, WASHINGTON DC - Meski dalam perhitungan jumlah suara sudah kalah Calon Presiden Pertahana Amerika Serikat Donald Trump belum mau menyerah.

Bahkan Partai Republik mendukung kegetolan Trump mempertahankan tahtanya dengan mengumpulkan setidaknya 60 juta dollar AS (Rp 852,6 miliar) untuk mendanai proses hukum atas tuntutan terhadap hasil pemilihan presiden AS.

Tim kampanye Trump telah mengajukan tuntutan hukum di beberapa negara bagian setelah pemilihan pada Selasa (3/11/2020), ketika saingannya dari Demokrat, Joe Biden semakin dekat untuk memenangkan Gedung Putih.

Biden terus memperluas keunggulannya di negara bagian medan pertempuran.

Baca juga: 8 Kebohongan Donald Trump dalam Pidato Tuduhan Penipuan di Pilpres AS 2020

Baca juga: Joe Biden Akan Berpidato Hari Ini, Deklarasikan Kemenangan di Pilpres AS 2020

Baca juga: SELAMAT Datang Presiden AS Joe Biden di Gedung Putih

"Mereka menginginkan 60 juta dollar AS," kata seorang donor dari Partai Republik pada pada Jumat (7/11/2020), yang menerima permohonan dari tim kampanye dan Komite Nasional Republik (RNC),

Melansir dari Reuters pada Sabtu (6/11/2020), dua sumber lain yang mengetahui kasusnya mengatakan bahwa tim kampanye menginginkan sebanyak 100 juta dollar AS (Rp 1,4 triliun) untuk komite penggalangan dana bersama dan RNC.

Langkah itu menjadi sebuah tanda dari skala perjuangan hukum dari tim kampanye Trump, yang diperkirakan akan meningkat.

Ketiga sumber berbicara kepada Reuters tentang permintaan uang dengan syarat pernyetaan identitas anonim, karena sensitivitas masalah tersebut.

Penggalangan dana dilakukan ketika tim kampanye Trump dan Biden bersiap untuk pertempuran hukum yang berpotensi berlarut-larut.

Sejak pemungutan suara berakhir pada Selasa, tim kampanye Trump telah mengirimkan email dan permintaan teks permohonan tentang tuduhan permainan curang dan pencarian dana.

Namun, sebagian dari uang yang dikumpulkan untuk membayar hutang kampanye selama pilpres AS.

Trump memulai kontestasi politik itu dengan finansial yang kuat, tapi mengakhiri kampanyenya dengan berjuang untuk mengimbangi hasil penggalangan dana kampanye Biden yang melimpah.

Seorang penasihat Trump menggambarkan strategi litigasi kampanye sejauh ini kacau, tidak terorganisir dan "merugikan presiden."

Baca juga: FINAL, Inilah Hasil Akhir Pilpres AS 2020: Joe Biden Jadi Presiden Amerika Serikat ke-46

Penasihat tersebut, yang juga tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan bahwa tim Trump tampaknya terkejut dengan hasil pemilihan dan tidak siap untuk melakukan pertarungan hukum.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved