Berita Nasional
CIRI-Ciri Premium Mau Dihapuskan Makin Nampak, Program Langit Biru hingga Diskon Pertalite
Apakah ini merupakan gelagat penghapusan Premium dipercepat? Pasalnya Premium nilai oktannya sangat tinggi, sementara pemerintah jual BBM ini
Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) tengah gencar melaksanakan program diskon harga BBM jenis Pertalite seharga Premium di berbagai daerah.
Apakah ini merupakan gelagat penghapusan Premium bakal dipercepat? Pasalnya Premium nilai oktannya sangat tinggi, sementara pemerintah ingin menjual BBM ramah lingkungan.
Program ini yang awalnya hanya dilaksanakan di Kota Denpasar, namun bakal diperluas hingga 85 wilayah hingga akhir November mendatang.
Pertamina menyatakan, diskon yang dilaksanakan melalui Program Langit Biru (PLB) itu dilakukan untuk mengedukasi masyarakat terkait konsumsi BBM dengan nilai oktan lebih tinggi dan ramah lingkungan.
Baca juga: FAKTA Token Listrik Gratis PLN, dari Tagihan Gratis, Diskon 50% hingga Diperpanjang Sampai Desember
Baca juga: Spesifikasi Samsung Galaxy S21, Bocoran Menyebar Terkait Detail Layar dan Kemampuan Kamera
Baca juga: VIRAL Video Ayla Tabrak CBR 1000RR, Driver CBR Pikir-pikir Motor Diganti dengan 1 Rumah dan Mobil
Namun, di tengah pelaksanaan PLB, wacana penghapusan Premium kembali mencuat.
Pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan, BBM dengan nomor oktan 88 itu akan mulai dihapus pada 1 Januari 2021.
Lantas, apakah sebenarnya ada hubungan antara pelaksanaan PLB dengan wacana penghapusan Premium?
Program Langit Biru untuk Tekan penggunaan BBM tidak ramah lingkungan
Diskon harga Pertalite pertama kali dilaksanakan pada pertengahan tahun, tepatnya pada Juli 2020, di Kota Denpasar, Bali.
Bali dipilih Pertamina sebagai wilayah percobaan pelaksanaan PLB.
PLB dilakukan dengan cara memberikan potongan harga Pertalite sebesar Rp 1.200 khusus kepada para pengguna kendaraan bermotor roda dua, roda tiga, angkot plat kuning dan taksi plat kuning.
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, sempat mengatakan, PLB merupakan salah satu upaya perseroan untuk menekan kadar emisi gas buang kendaraan bermotor dengan penggunaan BBM yang lebih ramah lingkungan.
Pasalnya, dengan nomor oktan 88, Premium dinilai sebagai bahan bakar tidak ramah lingkungan, dan sudah tak digunakan lagi di hampir seluruh negara dunia.
"Sebetulnya Premium dan pertalite porsi konsumsinya yang paling besar. Kita perlu mendorong bagaimana konsumen yang mampu beralih ke BBM ramah lingkungan," kata Nicke.
Wilayah pelaksanaan diskon terus bertambah
Setelah berjalan dua bulan, program diskon Pertalite di Bali mendapatkan respon yang positif dari masyarakat. Hal tersebut terefleksikan dengan merosotnya konsumsi Premium di Denpasar, dengan hanya tinggal menyisakan 8,5 persen dari total konsumsi bensin.