Breaking News:

Penanganan Covid 19

Tim Pakar ULM : Rentetan Hari Libur Timbulkan Lonjakan Kasus Covid-19 di Bulan Nopember

tren peningkatan sejak minggu kedua Bulan Nopember mengindikasikan dampak liburan panjang yang diharapkan pemerintah bisa menggerakkan ekonomi.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Eka Dinayanti
ULM untuk BPost
Anggota Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin, SE., MSI., Pg.D, 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perkembangan kasus positif Covid-19 di Indonesia hingga minggu ketiga Bulan Nopember Tahun 2020 terus mengalami penanjakan.

Secara kumulatif, jumlah penduduk yang terinfeksi virus Corona sudah mencapai lebih dari 506 ribu kasus.

Sedangkan provinsi dengan jumlah kasus kumulatif paling besar adalah DKI Jakarta sebanyak 129 ribu kasus, kemudian Jawa Timur 59 ribu kasus, Jawa Tengah dan Jawa Barat masing-masing 49 ribu kasus, dan Sulawesi Selatan 20 ribu kasus.

Kurva tren kasus positif harian menunjukkan kasus baru sempat mengalami penurunan pada dua minggu terakhir Bulan Oktober, namun melonjak kembali sejak minggu kedua Bulan Nopember.

Meski sebenarnya penurunan kasus pada dua minggu terakhir Bulan Oktober tersebut bisa jadi disebabkan turunnnya jumlah sampel dan penduduk yang menjalani pemeriksaan PCR.

Baca juga: Intip Rumah Baru Roger Danuarta dan Cut Meyriska, Bakal Ada Lift ke Lantai 4

Baca juga: Sikap Ayah Ardi Bakrie Lihat Nia Ramadhani Serba Tak Bisa, Ayu Dewi Bereaksi

Baca juga: Hari Terakhir Simulasi Belajar Tatap Muka di Sekolah, Murid SMPN 31 Banjarmasin Tetap Antusias

Menurut Anggota Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin, SE., MSI., Pg.D, tren peningkatan sejak minggu kedua Bulan Nopember mengindikasikan dampak liburan panjang yang diharapkan pemerintah bisa menggerakkan ekonomi.

"Tetapi daya dorong terhadap perekonomian sangat lemah, sebaliknya daya ledak kasus positif Covid-19 yang baru cukup tinggi," kata Muttaqin, Sabtu (28/11/2020).

Ia menilai, strategi pemerintah dalam penanganan pandemi dengan mengambil jalan tengah antara mempertahankan aspek ekonomi di tengah masa pandemi masih tidak efektif.

Selain samping liburan panjang, mobilitas penduduk yang tidak terkendali dan berbagai peristiwa yang menciptakan kerumunan pada Bulan Nopember juga diyakininya menjadi pendorong pertumbuhan Covid-19 di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved