Breaking News:

Sport

VIDEO Tim Gulat Kalsel Uji Coba ke Bandung

Tim gulat Provinsi Kalsel jalani lataihan di Bandung Jawa Barat sebagai persiapan untuk menghadapi PON Papua.

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Alpri Widianjono

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST,CO.ID, BANJARMASIN - Bandung merupakan daerah yang pernah menggelar menggelar PON XIX lalu. Selain itu, telah melaksanakan Program Pelatihan Daerah (Pelatda) sejak delapan bulan yang lalu dengan protokol kesehatan yang ketat.

Pertimbangan itu membuat tim Gulat Kalimantan Selatan yang dipersiapkan untuk tampil di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 memilih Bandung sebagai tempat untuk menjalani serangkaian laga uji coba selama dua pekan terakhir.

"Kami merasa aman, kontak dengan sesama atlet di Bandung," kata Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel, M Fitri Hernadi, mendampingi Kadispora Kalsel Hermansyah, meninjau langsung tempat latihan di GOR Padjajaran, Bandung, Sabtu (5/12/2020).

Selain itu, lanjutnya, sekalian belajar dari Pelatda Jabar yang bisa mengkonsentrasikan hampir 2.000 orang dengan protokol kesehatan yang ketat. Serta, silaturahmi dengan pengurus KONI Jabar.

Dalam hal ini, Dispora Kalsel juga mengajak konsultan pelatih fisik juga hadir. Jadi, uji coba dan latihan berjalan dengan menerapkan sport science. "Alhamdulillah, setelah beberapa hari, terjadi peningkatan kekuatan fisik dan kebugaran atlet Kalsel," tambah dia.

Baca juga: Atasi Kejenuhan Berlatih Selama Pandemi Covid-19, Pegulat Kalsel Diajak Lakukan Uji Coba ke Bandung

Baca juga: Gulat Dicoret, PPLP Kalsel Kini Tersisa Lima Cabor

Baca juga: Bukti Pegulat John Cena Pecinta Bollywood, Idolakan Shah Rukh Khan Hingga Aamir Khan

Baca juga: Dari Rumania, Pegulat Putri Roxana Andreea Menemukan Belahan Jiwa di Banua

Baca juga: Dari Rumania, Pegulat Putri Roxana Andreea Menemukan Belahan Jiwa di Banua

Jika sebelumnya atlet Gulat saat habis tanding kehabisan tenaga, saat ini mereka masih bisa tampil penuh. Tinggal perbaikan teknik dan mental juara.

Bagaimana dengan rencana pemusatan latihan ke luar negeri, Fitri menjelaskan, program itu tetap tidak bisa digantikan dengan uji coba.

Karena, ujarnya, standar kompetisi memang di kawasan Eropa Timur yang melahirkan atlet kompetitif. "Rencana memang dibatalkan karena pandemi Covid-19 ini," urai dia.

Di PON Papua XX nanti Kalsel mampu mengirimkan sembilan pegulatnya. Mereka lolos setelah melewati babak kualifikasi di Jakarta, dimana Kalsel mampu meraih 2 emas, 1 perak, dan 5 perunggu. Dua emas diraih Fahriansyah dan Rendy, medali perak diraih pegulat putri, Nastrusnicu Roxana.

Pegulat lain yang mempersembahkan medali, Agus Setia Budi (perunggu kelas bebas 57 kilogram), Siti Raudah (perunggu kelas 53 kilogram), M Fajrin (kelas perunggu 97 kilogram), M Riska Adam Wibowo (perunggu kelas bebas 97 kilogram), dan Ferdinandus (perunggu kelas bebas 87 kilogram).

Terakhir pegulat Kalsel yang mendapat tambahan tiket ke PON, lanjut dia, Ahmad Ferdinan di kelas 65 kilogram. Serta, 10 pegulat lain sehingga jumlah atlet mencapai 19 pegulat yang berangkat ke Bandung.

(Banjarmasin post.co.id/Khairil Rahim)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved