Ekonomi dan Bisnis

Masih Pandemi Covid-19, Nilai Ekspor Kalsel Naik

Nilai ekspor Banua naik setelah selama pandemi Covid-19 mengalami naik. Sementara nilai impor justru turun.

Tayang:
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID/APRIANTO
Suasana saat kegiatan ekspor perdana belut ke Cina di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (18/11/2020). 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel telah merilis nilai ekspor dan impor selama Oktober 2020.

Dalam rilis itu diketahui, nilai ekspor Banua naik setelah selama pandemi Covid-19 mengalami naik. Sementara nilai impor justru turun.

Berdasarkan data BPS Kalsel, nilai ekspor Kalsel pada Oktober 2020 tercatat USD352,63 juta. Naik 7,34 persen dibandingkan September 2020 yang hanya USD328,52 juta.

Sedangkan, nilai impor mengalami penurunan sebesar 15,59 persen. Dari USD39,75 juta menjadi USD33,56 juta.

Baca juga: Abon Cabai Hiyung Kantongi Izin Edar BPOM RI, Kelompok Tani Desa Hiyung Ini Siap Ekspor

Baca juga: Kantongi Izin Edar BPOM, Pelaku UMKM Kalsel Ini Ingin Wujudkan Mimpi Ekspor Produk ke Luar Negeri

Kepala BPS Kalsel, Moh Edy Mahmud mengatakan, nilai ekspor Banua meningkat lantaran kontribusi kelompok barang utama penyumbang ekspor, yakni bahan bakar mineral mengalami kenaikan.

"Kelompok ini nilai ekspornya naik 10,47 persen. Yakni, dari USD234,29 juta pada bulan September menjadi USD258,66 juta di bulan Oktober," jelasnya di Kanal Youtube BPS Kalsel

Dia menyampaikan, kelompok bahan bakar mineral cukup memengaruhi nilai ekspor Kalsel, karena selama ini memberikan kontribusi paling besar: 73,35 persen.

"Di urutan kedua ada kelompok lemak dan minyak hewan/nabati yang menyumbangkan ekspor USD42,66 juta. Kontribusinya 12,10 persen," ucapnya.

Terkait negara tujuan ekspor, Edy mengungkapkan pada periode Oktober barang-barang dari Kalsel paling banyak diekspor ke Tiongkok dengan nilai USD74,09 juta.

"Nilai ekspor ke Tiongkok ini mengalami kenaikan 29,33 persen dibandingkan September 2020," ungkapnya.

Selain Tiongkok, dia menyampaikan, ekspor Kalsel ke Jepang pada Oktober juga lumayan tinggi yakni sebesar USD44,65 juta.

"India berada di urutan ke tiga dengan nilai ekspor sebesar USD44,43 juta, disusul Pakistan USD34,72 juta dan Malaysia USD32,58 juta," ucapnya.

Sementara itu, untuk perkembangan impor, Edy menuturkan, ada tiga kelompok barang yang mempunyai nilai impor tertinggi pada bulan Oktober. Yakni, bahan bakar mineral sebesar USD25,59 juta; mesin-mesin/pesawat mekanik, USD7,03 juta dan kelompok bahan kimia organik sebesar USD0,26 juta.

"Kontribusi dari masing-masing tiga kelompok ini kalau diurut adalah 76,26 persen, 20,94 persen dan 0,78 persen dari total impor Oktober 2020," ucapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved