Berita Tanahlaut
Pasar Murah Diskopdag Tala Terus Sasar Perkampungan, Begini Ungkapan Warga
Pasar murah hingga sekarang masih digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala) melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pasar murah hingga sekarang masih digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala) melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Diskopdag) setempat.
Apalagi hingga kini kondisi perekonomian belum sepenuhnya stabil.
Kalangan masyarakat kelas bawah masih banyak yang tertatih-tatih mencukupi kebutuhan hidup di tengah berkepanjangannya pandemi corona virus diseases (covid-19) saat ini.
"Bermanfaat banget adanya kegiatan pasar murah. Kalau bisa dilanjutkan terus sampai corona berakhir," harap Risma, warga Pelaihari, Jumat (11/12/2020).
Baca juga: Pilkada Kalsel 2020, Bawaslu Tapin Temukan Dugaan Pelanggaran Pencoblosan di Satu TPS
Baca juga: Kata Kasar Irwansyah Kala TikTokan Bareng Zaskia Bikin Shireen Sungkar Bereaksi
Baca juga: Olok-olok untuk Kaesang Pangarep Imbas Minta Giveaway ke Gibran Usai Unggul Quick Count Pilkada Solo
Ibu rumah tangga ini mengatakan di tengan situasi yang masih susah saat ini selisih harga seribu rupiah pun cukup berarti.
Maklum, pendapatan keluarga masih seret, sementara kebutuhan hidup justru meningkat pada masa pandemi.
Ia mengaku pernah berbelanja di lokasi pasar murah di lapangan Stadion Pertasi Kencana, Pelaihari, beberapa waktu lalu.
"Mohon deh diadakan lagi di Pelaihari. Kalau bisa dipersering," harapnya.
Gelaran pasar murah bertajuk Gawi Bersama yang dilaksanakan Diskopdag Tala mendapat apresiasi Bupati Tala H Sukamta.
Ia mendukung penuh kegiatan tersebut karena secara langsung turut membantu meringankan beban hidup masyarakat kelas bawah.
Terkini pasar murah digelar di Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, akhir pekan tadi.
Kegiatan itu bertempat di halaman rumah kepala desa setempat.
Diskopdag Tala menyediakan paket sembako senilai Rp 65 ribu dan hanya dijual seharga Rp 50 ribu.
Turut berpartisipasi perusahaan mie instan, perusahaan ritel dengan beberapa sembako harga diskon.