BTalk

BTalk, Kuriding Ternyata Awalnya Alat Musik Mainan Anak di Kalsel

Budayawan Banjar Mukhlis Maman alias Julak Larau sebut kuriding awalnya mainan anak-anak hingga kemudian jadi alat seni yang dikenal internasional.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Alat musik yang satu ini memang unik, bentuknya kecil, seukuran harmonika, dimainkan dengan cara ditempel di mulut, kemudian ada tali yang ditarik-tarik untuk memainkan nada.

Kuriding, demikian alat musik tradisional Banjar yang dalam beberapa tahun terakhir dipopulerkan oleh salah seorang seniman dan budayawan yang peduli dengan pelestarian kuriding yakni Budayawan Banjar Mukhlis Maman alias Julak Larau dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Mukhlis secara intens membuat, memainkan, mengajarkan dan mempublikasikan alat musik unik ini. Tak hanya di Kalimantan Selatan, tapi juga nasional dan bahkan internasional.

"Ini aset budaya. Makanya perlu dilestarikan. Alhamdulillah mulai banyak yang merespons," jelas Mukhlis saat menjadi bintang tamu pada B-Talk, Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Kamis (17/12/2020). 

Lebih lanjut dijelaskan Mukhlis, sejak kecil sudah bisa bikin Kuriding yang diawali meniru dari keterampilan kakeknya.

Baca juga: Partisipasi Pemilih Pilkada Serentak Tahun 2020 di Kalsel Jauh dari Target, Begini Penjelasan KPU

Baca juga: Kepala Bulog Divre Kalsel Sebut Stok Beras Jelang Natal dan Tahun Baru Aman

Dan memang. menurut Mukhlis yang berasal dari hulu sungai in, kuriding sebenarnya mainan anak-anak. 

"Seiring waktu Kuriding tergantikan mainan modern, sebab itu saya berupaya mengenalkan lagi agar tetap lestari," tukasnya. 

Adapun bahan membuat kuriding adalah dari pelepah aren. Dibentuk menjadi kuriding, ukuran standar panjang 15 sentimeter  dan lebar 1,5 sentimeter.

Mukhlis juga membuat nada standar, supaya nada kuriding bisa berpadu dengan alat musik tradisional maupun modern.

Upaya Mukhlis mempopulerkan kuriding membawa hasil. Dirinya sudah diminta pihak rekan-rekan guru sekolah dasar untuk membuatkan kuriding sebagai bahan ajar musik daerah bahkan akan dibuatkan kurikulum muatan lokal.

Mukhlis Maman atau yang lebih dikenal dengan nama Julak Larau
Mukhlis Maman atau yang lebih dikenal dengan nama Julak Larau (Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Kalangan kampus, khususnya Jurusan Sendratasik, juga menjadikan Kuriding sebagai alat musik tradisi yang harus dikenali.

Secara internasional, kuriding sudah menarik perhatian seniman Prancis dan Mukhlis sudah tiga kali mengirim kuriding ke sana. Bahkan jumlah terakhir mencapai 50 buah. Selain itu, pernah pula seniman Finlandia meminta sebagai oleh-oleh.

Saat event Galeri Indonesia Kaya di Jakarta pada 4 Mei 2015, Mukhlis berkesempatan menampilkan permainan kuriding dan disukai kalangan seniman tradisional dari Tanah Air. Apalagi dari Jawa Barat karena ada kemiripan dengan alat musik mereka,   yaitu karinding.

Mukhlis pun kemudian berinisiatif menjadikan 4 Mei sebagai Hari Kuriding agar dikenal lagi secara luas dan dirayakan setiap tahun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved