Berita Internasional

MASIH Ingat Kecelakan Boeing 737 Max yang Menewaskan 346 Penumpang, Sekarang Diizinkan Terbang

Kecelakaan pertama pesawat tersebut terjadi pada Oktober 2018 lalu, ketika pesawat Lion Air jenis Boeing 737 Max jetuh di perairan Indonesia.

Editor: Didik Triomarsidi
AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAR
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, LONDON - Masih ingat dua kecelakaan Pesawat Boeing 737 Max yang menewaskan 346 penumpangnya.

Kecelakaan pertama pesawat tersebut terjadi pada Oktober 2018 lalu, ketika pesawat Lion Air jenis tersebut jetuh di perairan Indonesia.

Sementara kecelakaan kedua melibatkan Ethiopian Airlines yang langsung jatuh setelah takeoff dari Bandar Udara Addis Ababa, hanya berjarak empat bulan dari kecelakaan pertama.

Baca juga: Tewaskan 346 Penumpang, AS Tak Akan Izinkan Boeing 737 MAX Terbang Lagi, Kecuali

Baca juga: Boeing Tutupi Keboborokan Produk 737 MAX, Terungkap Setelah Pesan Internal Karyawan Bocor ke Publik

Baca juga: Boeing Sisihkan Dana Rp 1,41 Triliun untuk Korban 737 Max, Keluarga Korban Sebut Tidak Jelas

Kemudian armada pabrikan Boeing ini dilarang terbang karena terlibat dalam dua kecelakaan mematikan, yang menyebabkan 346 orang meninggal dunia.

Boeing 737 Max dilarang untuk terbang oleh banyak regulator di seluruh dunia.

Namun saat ini, Pimpinan Agensi Keamanan Penerbangan Eropa (Europe's Aviation Safety Agency/EASA) memastikan Boeing 737 Max sudah aman untuk kembali terbang.

Dilansir dari BBC, Senin (21/12/2020) Direktur Eksekutif EASA Patrick Ky mengatakan tak ada lagi hal yang terlewatkan berdasarkan hasil analisis terakhir mengenai perubahan desain yang dilakukan oleh produsen armada tersebut.

Namun demikian kini jenis pesawat tersebut telah mendapat izin terbang kembali di Amerika Serikat dan Brazil.

EASA pun diperkirakan akan memberi izin terbang pada Boeing 737 Max di Eropa pada pertengahan Januari mendatang.

Kedua kecelakaan tersebut terjadi lantaran perangkat lunak atau software terkait kontrol penerbangan yang diduga didesain secara tidak sempurnya. Hal itu menyebabkan software tersebut beroperasi pada waktu yang salah dan membuat pesawat menukik sehingga terjatuh.

Boeing 737 Max di parkiran Seattle, Washington.
Boeing 737 Max di parkiran Seattle, Washington. (Reuters/Lindsey Wasson)

Sejak kecelakaan yang terjadi di Ethiopia, EASA telah melakukan peninjauan desain 737 Max secara independen. Sementara proses serupa juga dilakukan oleh regulator Amerika Serikat (AS), Federal Aviation Administration (FAA).

Menurut Ky, hasil peninjauan tersebut menunjukkan hasil modifikasi yang dilakukan oleh Boeing telah memperbaiki kesalahan yang mengakibatkan dua kecelakaan sebelumnya.

"Kami meninjau lebih jauh terkait kontrol penerbangan, seluruh mesin dari armada pesawat," ujar dia.

Tujuan dari peninjauan tersebut yakni untuk melihat kekurangan apa pun yang dapat menyebabkan kecelakaan terjadi.

Untuk bisa kembali terbang, pesawat yang ada sekarang harus dilengkapi dengan perangkat lunak komputer baru, serta menjalani perubahan pada kabel dan instrumentasi kokpitnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Regulator Penerbangan Eropa Sebut Boeing 737 Max Sudah Laik Terbang", Klik untuk baca:

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved