Berita Internasional

Tewaskan 346 Penumpang, AS Tak Akan Izinkan Boeing 737 MAX Terbang Lagi, Kecuali

Amerika Serikat tidak akan mengizinkan Boeing 737 Max untuk terbang lagi, kecuali masyarakat dan pembuat kebijakan di AS yakin 99,9 persen

Tewaskan 346 Penumpang, AS Tak Akan Izinkan Boeing 737 MAX Terbang Lagi, Kecuali
AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAR
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, WASHINGTON - Amerika Serikat tidak akan mengizinkan Boeing 737 Max untuk terbang lagi, kecuali masyarakat dan pembuat kebijakan di AS yakin 99,9 persen pesawat itu aman.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (28/10/2019), Senator Roger Wicker, politisi Partai Republik yang mengetuai Komite Perdagangan Senat, menegaskan, dua kecelakaan yang menimpa 737 Max tidak seharusnya terjadi.

"Jelas kecelakaan itu tidak harus terjadi dan saya pikir tidak ada perhatian yang cukup terhadap bagaimana pilot yang berbeda akan bereaksi terhadap sinyal di kokpit," ucap Senator Roger Wicker, Jumat (25/10/2019) waktu setempat.

Baca: FAKTA Siswi SMA Diperkosa, Dianiaya & Dibuang Pacarnya, dari Hamil hingga Kaget Pacarnya Masih Hidup

Baca: VIRAL FOTO Bupati Banjarnegara Tiduran di Jalan Aspal Berpakaian Dinas, Bupati Keturunan yang Mualaf

Baca: UPDATE Kasus Protitusi Online PA, Polisi Sebut Bayaran untuk Putri Pariwisata Mencapai Rp 40 Juta

Selasa (29/10/2019) ini, Kepala Eksekutif Boeing Dennis Muilenburg akan memberikan keterangannya selama dua hari di hadapan panel Senat AS, mengenai dua kecelakaan yang menimpa 737 MAX.

Hal itu bertepatan dengan peringatan kecelakaan Lion Air 737 MAX di Indonesia, kecelakaan pertama yang terjadi dari dua kecelakaan dalam kurun waktu lima bulan dan menewaskan total 346 orang.

Berbagai laporan menyebutkan bahwa Boeing gagal mengantisipasi mengenai respons pilot terhadap keadaan darurat di kokpit 737 MAX.

Sementara otoritas penerbangan AS (Federal Aviation Administration/ FAA) telah menghabiskan berbulan-bulan untuk meninjau peningkatan perangkat lunak yang diusulkan Boeing ke sistem keselamatan utama dan pelatihan serta perubahan sistem lainnya.

Tetapi ada perkiraan bahwa FAA tidak akan mengizinkan pesawat untuk kembali ke mengudara paling lambat hingga Desember.

"Pesawat itu tidak akan terbang kecuali 99,9 persen dari publik di Amerika dan pembuat kebijakan Amerika yakin bahwa itu benar-benar aman," tegas Wicker.

Menurut dia, pihaknya berencana untuk meningkatkan komunikasi Boeing dengan FAA selama pengembangan 737 MAX dan "hubungan antara regulator dan produsen "selama persidangan.

"Pertanyaan utamanya adalah bagaimana kita dapat memiliki tingkat keamanan yang memastikan hal yang sama tidak akan terjadi lagi," kata Wicker.

Wicker berharap bisa melihat hasil dari semua investigasi yang beragam sebelum melanjutkan ke langkah legislatif dan apakah Kongres harus mereformasi praktik FAA dalam menetapkan beberapa tugas sertifikasi untuk Boeing dan produsen lain.

"Jelas ada gangguan dalam sistem di suatu tempat dan jelas perubahan perlu dilakukan," kata Wicker.

"Kita perlu memastikan (737 MAX) seaman mungkin secara manusiawi," tambah dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "AS Tak Akan Izinkan Boeing 737 MAX Terbang Lagi, Kecuali...",

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved