Ekonomi dan Bisnis
Tambah Pengeluaran, Rapid Test Antigen Dinilai Beratkan Pengusaha Travel Kalsel
Rapid Test Antigen berimbas pada banyak peserta tur di Kalsel kecewa karena membuat lebih ribet dan menambah pengeluaran biaya.
Penulis: Mariana | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Peraturan baru terkait adanya Rapid Test Antigen berujung pro dan kontra di masyarakat, terutama pengusaha travel yang merasa keberatan akan hal tersebut.
Manager Banjarbaru Tour, Ressa Diman Rahar Dini, mengatakan, Rapid Test Antigen sebenarnya bagus untuk memperjelas seseorang terinfeksi Covid-19.
"Tetap hal ini berimbas pada banyaknya peserta tur yang kecewa karena membuat lebih ribet. Terutama masalah biaya yang pastinya menambah pengeluaran mereka," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.
Ia menilai hal ini memberatkan para pelaku pariwisata yang mana masih dalam tahap bangkit kembali setelah terpuruk beberapa bulan akibat pandemi.
Baca juga: Diberlakukan Rapid Test Antigen, Calon Penumpang Pesawat dari Kalsel Banyak Batal Berangkat
Baca juga: Tarif Rapid Test Antigen di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dan RS TNI AU Lanud Sjamsudin Noor
Baca juga: Akurasi Rapid Test Antigen, Dinilai Lebih Akurat Dibandingkan Tes Antibodi, Begini Penjelasannya
Baca juga: Imbas Rapid Test Antigen: Refund Tiket Mencapai Rp 48,4 Miliar, 133.000 Orang Batal ke Bali
Paket perjalanan yang diminati sejak dibuka kembali di masa new normal yakni destinasi Bali dan Pulau Samber Gelap Kabupaten Kotabaru untuk rute lokal.
"Sebenarnya banyak yang nekat mau keluar negeri tapi kami belum berani. Bali tarifnya start Rp 3.950.000 sudah plus rapid test biasa 1 kali, sedangkan Samber Gelap Rp 1.100.000, lebih mahal karena mengikuti pelayanan protokol kesehatan, peserta tour juga diberikan free masker," paparnya.
Terpisah, Sekretaris Asita Kalsel, Siti Aisyah, mengatakan, pihaknya merasa lebih terbebani adanya Rapid Test Antigen karena akan menambah biaya perjalanan.
"Kami biro travel saat ini berusaha berjuang perlahan bangkit, dan permintaan saat ini juga mulai ada karena harapannya akhir tahun akan banyak yang berlibur, ternyata adanya peraturan baru ini kami khawatirkan permintaan kembali menurun," ucap.
(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/warga-kalimantan-selatan-saat-melalukan-perjalanan-ke-bali-21122020-111.jpg)