Natal dan Tahun Baru 2021
DAFTAR Libur Nasional 2021, Ada 16 Hari Libur: Idul Fitri, Idul Adha & Curi Bersama di Kalender 2021
Dalam SKB 3 Menteri telah ditetapkan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2021 sebanyak 23 hari, ini rinciannya
Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Kalender dan Libur Nasional 2021 telah ditetapkan pemerintah dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri. Penetapan SKB adalah upaya efisiensi dan efektivitas hari kerja.
Dalam SKB 3 Menteri itu telah ditetapkan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2021 sebanyak 23 hari, yang terdiri dari libur nasional sebanyak 16 hari, dan cuti bersama sebanyak 7 hari.
Penetapan hari libut tersebut tertuang dalam SKB No. 642/2020, No. 4/2020, dan No. 4/2020 yang ditandatangani oleh Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) pada 10 September 2020.
Tertulis bahwa untuk penetapan tanggal 1 Ramadhan 1442 Hijriah, Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, dan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah akan ditetapkan melalui Keputusan Menteri Agama.
Baca juga: AYO KUMPULKAN 9 Foto Terbaikmu dan Beri Tagar #Bestnine2020, Ini Cara Bikin Best Nine 2020 Instagram
Baca juga: MULAI Senin Besok, Jepang Lockdown Negaranya, Semua Warga Asing Dilarang Masuk, Kecuali Orang Ini
Baca juga: Lakukan Adegan Romantis dengan Natasha Wilona, Stefan William Teriak di Atas Atap
SKB ini merupakan upaya efisiensi dan efektivitas hari kerja serta memberi pedoman bagi instansi pemerintah dan swasta dalam melaksanakan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2021.
Nah di dalam artikel ini merangkum hari libur nasional 2021 sehingga Anda dapat merencanakan akan bepergian kemana kala libur tiba.
Tahun 2021 sebentar lagi akan tiba dan pastinya Anda mempunyai rencana untuk bepergian pada tahun depan.
Untuk memudahkan Anda dalam perencanaan saat liburan simak daftar lengkap libur berikut ini.
Tahun Baru Masehi 2021 jatu pada Jumat kemudian Tahun Baru Imlek jatuh pada Jumat 12 Februari.
Kemudian tanggal merah menyambut hari raya keagamaan Idul Fitri dijadwalkan pada Sabtu-Minggu 15 - 16 Mei.
Khusus Idul Fitri, baru bisa dipastikan sesuai keputusan Sidang Isbat.
Selain libur nasional, cek juga hari-hari terjepit dan hari terjepit plus akhir pekan panjang.
Baca juga: TERNYATA Jepang Lockdown Negaranya Sebulan Lebih Akibat Virus Corona Inggris, Catat Tanggalnya

Berikut Kalender 2021 dan daftar libur nasional:
* Jumat 01 Januari : Tahun Baru Masehi
* Jumat 12 Februari : Tahun Baru Imlek
* Kamis 11 Maret : Isra Miraj
* Minggu 14 Maret : Hari Raya Nyepi
* Sabtu 01 Mei : Hari Buruh
* Minggu 02 Mei : Jumat Agung
* Kamis 13 Mei : Kenaikan Isa Almasih
* Sabtu-Minggu 15 - 16 Mei : Idul Fitri
* Rabu 26 Mei : Hari Raya Waisak
* Selasa 01 Juni : Hari Lahir Pancasila
* Selasa 20 Juli : Idul Adha
* Selasa 10 Agustus : Tahun Baru Hijriyah
* Selasa 17 Agustus : Hari Kemerdekaan
* Senin 18 Oktober : Maulid Nabi
* Sabtu 25 Desember : Hari Natal
Perbedaan Sebelum Masehi dan Masehi
Gagasan menghitung tahun sudah ada sejak manusia mulai memiliki catatan tertulis.
Tetapi gagasan untuk melakukan sinkronisasi hitungan penanggalan pada semua orang relatif baru.
Standar internasional penetapan tahun saat ini berdasarkan perhitungan tradisional tahun kelahiran Isa Almasih atau Yesus Kristus.
Seperti dikutip dari Live Science, sistem penanggalan internasional saat ini adalah AD dan BC.
Sistem AD dan BC merupakan sistem penanggalan modern yang digunakan oleh sebagian besar dunia.
Di Indonesia sistem AD dan BC disebut dengan sistem penanggalan Masehi atau kalender Masehi.
Mengapa disebut demikian?

Baca juga: TAFAKUR Jelang Tahun Baru 2021, Ini Doa Akhir dan Awal Tahun Lengkap Bahasa Arab dan Artinya
Anno Domini
AD adalah singkatan dari Anno Domini atau Anno Domine dari bahasa Latin.
Lebih lengkapnya adalah Anno ab incarnatione Domini yang artinya in the Year of Our Lord dalam bahasa Inggris atau tahun Tuhan dalam bahasa Indonesia.
Sedangkan istilah BC adalah singkatan dari Before Christ yang artinya sebelum Kristus yang lebih familiar disebut Sebelum Masehi ( SM).
Menurut Kamus Cambridge, frase Anno Domini (AD) berarti di tahun Tuhan, yang digunakan ketika merujuk pada satu tahun setelah Yesus Kristus atau Isa Almasih lahir.
Keputusan untuk memulai kalender dengan tahun kelahiran Yesus pertama kali disarankan oleh beberapa uskup Kristen.
Salah satunya adalah Uskup Clemens dari Alexandria pada 190 dan Uskup Eusebius di Antiokhia pada 314-325.
Mereka bekerja keras untuk menemukan tahun berapa Yesus lahir dengan menggunakan kronologi yang tersedia, perhitungan astonomi dan spekulasi astrologi.
Penggunaan paling awal yang terdokumentasikan metode perhitungan penanggalan dengan AD adalah dalam karya Bede pada abad ke-7.
Penting diketahui, meskipun sistem penanggalan AD (SM) menjadikan Yesus sebagai fokus utama, tetapi sistem ini tidak ditemukan dalam Alkitab (Bible).
Tetapi sistem tersebut aslinya berasal dari seorang Biksu Scythian dari timur bernama Dionysius Exiguus pada 525.
Saat itu, munculnya Yesus atau Isa ke dunia baru diakui sebagai titik balik sejarah.
Dionysus tidak pernah mengatakan bagaimana ia menentukan tanggal kelahiran Yesus.
Tetapi sejumlah teori mengungkapkan Dionysus menggunkaan kosmologi, konjungsi plamet, dan presesi ekuinoks untuk menghitung tanggal.
Dionysus berupaya menetapkan AD 1 atau 1 Masehi sebagai tahun kelahiran Yesus Kristus tetapi tidak sesuai perkiraannya dalam beberapa tahun.

Itulah sebabnya perkiraan modern terbaik menempatkan kelahiran Yesus Kristus pada 4 BC atau 4 SM.
Tujuan Dionysius yang sebenarnya adalah mencoba menentukan hari yang tepat bagi orang Kristen merayakan Paskah (Eastern Table).
Hampir seribu tahun kemudian, perjuangan untuk mengetahui kapan merayakan Paskah menyebabkan reformasi kalender Romawi asli yang disebut kalender Julian.
Reformasi kalender Julian pada bangsa Romawi menjadi kalender Gregorian yang paling banyak digunakan orang Barat saat ini.
Sebelum Masehi
Penambahan komponen SM atau BC terjadi dua abad setelah Dionysus.
Ketika Venerable Bede dari Northumbria menerbitkan Sejarah Gerejawi Rakyat Inggris pada 731.
Hingga saat ini, sistem Dionysus telah banyak digunakan.
Bede tidak hanya membuat sistem AD menjadi perhatian para sarjana tetapi juga memperluas sistem dengan memasukkan tahun sebelum 1 Masehi.
Tahun-tahun sebelumnya diberi nomor dengan cara hitung mundur untuk menunjukkan peristiwa yang telah terjadi sebelum Kristus (BC).
Tidak ada tahun nol
Charles Seife dalam Zero: The Biography of Dangerous Idea (2000), disebutkan bahwa Bede mengabaikan angka nol.
Tahun yang datang sebelum 1 AD atau 1 M disebut dengan 1 BC atau 1 M. Tidak ada tahun nol, 0 AD atau 0 M.
Namun, angka nol memang ada. Konsepsi modern manusia tentang nol pertama kali diterbitkan pada 628 M oleh cendekiaw