Berita Banjarbaru

BPS Kalsel Sebut Indeks Pembangunan Manusia di 5 Daerah Alami Penurunan

Lima daerah di Kalsel alami penurunan IPM, yaitu Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Barito Kuala (Batola) dan Kabuapten Tapin.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ALPRI WIDIANJONO
Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan di Jalan Trikora, Guntung Manggis, Kota Banjarbaru. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Kalimantan Selatan periode 2019-2020 tumbuh 0,27 persen menjadi 70,91.

Data itu berdasar Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel. Diketahui, IPM merupakan indikator untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk).

Selain itu, dapat menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

Ada lima daerah di Kalsel yang mengalami penurunan IPM. Dua di antaranya adalah Banjarmasin dan Banjarbaru, masing-masing turun 0,08 persen dan 0,15 persen.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Karyawati di Katingan Kalteng Diciduk di Kabupaten Tanbu Kalsel

Baca juga: Wilayah Terdampak Banjir, Ini Hasil Pemetaan dari Polres Banjar Kalsel

Sedangkan tiga daerah lainnya adalah Kabupaten Kotabaru (-0,13 persen), Kabupaten Barito Kuala atau Batola (-0,03 persen) dan Kabupaten Tapin (-0,03 persen).

"Rndahnya pertumbuhan IPM di daerah-daerah ini disebabkan oleh turunnya pengeluaran per kapita. Kota Banjarbaru, misalnya, pada 2020 pengeluaran per kapitanya turun dari Rp 13,949 juta per tahun menjadi Rp 13,675 juta per tahun," rinci M Edy Mahmud, Kepala BPS Kalsel, Minggu (27/12/2020).

Sedangkan, pengeluaran per kapita Kota Banjarmasin turun dari Rp 14,547 juta per tahun menjadi Rp 14,306 juta per tahun.

Kemudian, Kabupaten Kotabaru dari Rp 11,731 juta jadi Rp 11,530 juta , Kabupaten Batola dari Rp 9,952 juta jadi Rp 9,805 juta  dan Kabupaten Tapin dari Rp 12,088 juta jadi Rp 11,841 juta per tahun.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: Positif Bertambah 45 Orang, Terbanyak dari Kabupaten Banjar

Baca juga: Ikatan Motor Honda Kalselteng Adakan Touring, Diikuti 25 Riders

Disampaikan Edy, pengeluaran per kapita di sejumlah daerah turun akibat dampak dari pandemi Covid-19. "Pengeluaran per kapita Kalsel juga sebenarnya turun, dari Rp 12,253 juta per tahun menjadi Rp 12,032 juta per tahun. Tapi ini ditutupi oleh dimensi lain, sehingga IPM tetap tumbuh," ucapnya.

Dimensi umur panjang dan hidup sehat, sebut Edy, selama periode 2010 hingga 2020, Kalsel berhasil meningkatkan Umur Harapan Hidup saat lahir sebesar 2,01 tahun.

Kemudian dari dimensi pengetahuan, lanjutnya, dua indikator yang mempengaruhi adalah Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Selama periode 2010 hingga 2020, Harapan Lama Sekolah di Kalimantan Selatan telah meningkat sebesar 1,82 tahun,  sedangkan Rata-rata Lama Sekolah meningkat 1,04 tahun," sebutnya.

Baca juga: Kabupaten Balangan Kalsel Terima Piagam Penghargaan dari BPS

Baca juga: Prestasi Bertambah, Pemko Banjarbaru Menerima Penghargaan Response Rate Dari BPS

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Banjarbaru, Kanafi, saat dikonfirmasi, mengaku masih menganalisis faktor apa saja yang membuat IPM di kota Banjarbaru turun. "Mungkin masa pandemi ini menjadi salah satu faktornya," duga dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved