Berita Kotabaru

Pembangunan TPST Disetujui Warga Megasari Kotabaru, Kadisperkimtan Sebut Kontraktor Mulai Bekerja

Sempat mendapat protes warga, pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Desa Megasari Kecamatan Pulau Laut Utara akhirnya dilaksanakan.

Penulis: Herliansyah | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Maket rencana pembangunan TPST Kotabaru. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Sempat mendapat protes warga, pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) akhirnya dilaksanakan. Bahkan, kontraktor sudah melaksanakan mobilisasi alat untuk persiapan pekerjaan. 

Pembangunan TPST sempat mendapat penolakan warga Desa Megasari, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, karena kurangnya sosialisasi dan edukasi ke masyarakat. 

Menganggap fungsi TPST sama dengan tempat pembuangan akhir (TPA). Padahal sampah yang masuk ke TPST jenis sampah yang sudah dipilah. Tidak berbau dan berbahaya, bahkan bernilai ekonomis. 

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Permukiman dan Pertanahan Kotabaru Selamat Riyadi membenarkan, lahan pembangunan TPST di desa Megasari sudah beres.

Baca juga: Ngotot Buang Sampah di TPS Malkon Temon Banjarmasin, Warga Bakal Disanksi Tipiring

Baca juga: Terapkan Protokol Kesehatan, Pilkada 2020 Tinggalkan Sampah APD, Dimusnahkan di Lokasi Khusus

Baca juga: VIDEO DLH Luncurkan Program Sampah Surung Sintak, Pekerja ini Berharap Ada Tambahan Jam Operasional

"Sudah tidak masalah lagi. Sekarang kontraktor sudah persiapan," ujar Selamat kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (28/12/2020).

Kontraktor sudah memasukan sebagian alat ke lokasi bahkan, lanjut Selamat, sudah dilaksanakan pembersihan lahan.

"Mungkin sudah dilaksanakan pekerjaan di lokasi," beber Selamat. 

Sebab, pekerjaan TPST bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) satu paket dengan pembangunan Kota Ku di desa Rampa, Kecamatan Pulaulaut Utara.

Baca juga: Program Padat Karya, Warga Tapin Angkut Sampah Sungai

Namun tidak mengetahui persis total anggaran dan kontraktor mengerjakan satu paket kegiatan, karena proyek Kementerian PUPR. 

"Tidak hapal, tapi ada catatan. Nanti diinfokan lagi," pungkas Selamat. 

(banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved