Ekonomi dan Bisnis
Sawit Melimpah, Kalsel Berpotensi Kembangkan Industri Pulp Kertas
seiring kecanggihan teknologi maka untuk bahan baku pulp sangat beragam, bisa menggunakan tandan kosong dan pelepah sawit.
Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
Editor : Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Industri pulp (bubur kertas) dan kertas di tanah air punya peranan cukup penting dalam perekonomian nasional.
Bahkan Indonesia sebagai produsen pulp terbesar kesembilan di dunia. Sedangkan untuk produk kertas, Indonesia berada di posisi enam dunia.
Potensi itu bisa digarap banyak daerah yang punya bahan baku. Seperti halnya Kalsel yang banyak perkebunan sawit dan itu menjadi bahan baku potensial.
Dikatakan Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, Mahyuni MT, saat ini seiring kecanggihan teknologi maka untuk bahan baku pulp sangat beragam, bisa menggunakan tandan kosong dan pelepah sawit.
Baca juga: Tekan Biaya Pakan, Peternak Ayam di Tanahlaut Gunakan Jagung dan Bungkil Sawit
Baca juga: Pola Ternak Sapi di Perkebunan Kelapa Sawit di Kalsel Jadi Percontohan
Baca juga: Kalsel Sumbang 3,5 Persen Produk Minyak CPO Nasional, La Nina Ancam Pasokan Minyak Sawit
"Saat ini untuk Kalsel baru ada satu perusahaan pulp di Jorong, Tanah Laut. Tapi produksinya masih kecil, 50 ton per hari," jelasnya.
Jadi perlu ada investor lagi yang mampu mempronduksi dalam jumlah lebih besar lagi. Sebab bahan baku dari sawit cukup banyak.
Adapun kebutuhan produksi pulp tanah air sebanyak 14 juta ton. Namu,n sebagian bahan bakunya merupakan impor dari luar negeri.
"Sebanyak 7 ton bahan baku adalah impor karton bekas dari Amerika. Nah, itu yang perlu dipenuhi tiap daerah, agar bahan baku pulp bisa disuplai ke pasar dalam negeri," jelas Mahyuni.
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kepala-dinas-perindustrian-provinsi-kalimantan-selatan-mahyuni-mt.jpg)