Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Terdampak Banjir, Harga Cabai Rawit di Pasar Tembus di Rp 120 ribu

Komoditas Cabai juga mengalami kenaikan harga. Bahkan, harganya naik dua kali lipat dari harga biasanya.

Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Pedagang cabai di Pasar Bauntung Banjarbaru. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Selain harga beras. Komoditas Cabai juga mengalami kenaikan harga. Bahkan, harganya naik dua kali lipat dari harga biasanya.

Selain cabai harga yang naik adalah komoditi sayur mayur. Alasan dari pedagang yakni pertanian dan akses terhalang karena banjir.

Hj Laila, penjual sayuran di Pasar Bauntung Banjarbaru, misalnya. Ia menjual cabai rawit yang biasanya Rp 80 ribu per kilo kini melejit dijual di harga Rp 120.000 per kilo.

"Kalau cabai siung saya jual Rp 80 ribu. Biasanya harganya Rp 40 ribu," kata Hj Laila salah seorang pedagang sayur di Pasar Bauntung Banjarbaru. 

Baca juga: Penjual Makanan Kota Palangkaraya dan Kota Sampit Mengeluhkan Kenaikkan Harga Cabai

Baca juga: Bank Kalsel Siap Bantu Kredit Petani Cabai Hiyung Tapin, Bantu Renovasi Rumah Produksi Abon

Selain cabai, juga ada sayur mayur harganya naik. Yakni, kacang panjang yang biasa dijual Rp 20 ribu per ikat kini dijual dengan harga Rp 25 ribu per ikat.

"Semua sayur mayur naik ini karena banjir," kata dia.

Fitriadi, yang juga pedagang cabai juga membenarkan bahwa fakta cabai rawit naik dari harga Rp 80 ribu per kilo kini dijual Rp 110 ribu.

"Kalau cabai siung kami jual Rp 80.000 jika harga normalnya kemarin Rp 40 ribu. Cabai siung ini didatangkan dari luar pulau, makanya naik harganya. Infonya kawal yang bawa kena cuaca buruk," kata dia. (banjarmasinpost.co.id /Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved