Breaking News

Berita Tabalong

Kenalkan Sembilan Situs Cagar Budaya, Disdik Tabalong Rencanakan Membuat Buku

inas Pendidikan (Disdik) Tabalong melalui Bidang Kebudayaan merencanakan membikin sebuah buku tentang sembilan cagar budaya di Tabalong

Penulis: Dony Usman | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
Masjid Pusaka di Kecamatan Banua Lawas merupakan satu dari sembilan situs cagar budaya di Kabupaten Tabalong. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Upaya mengenalkan sekaligus melestarikan sembilan situs cagar budaya yang ada di Bumi Sarabakawa terus dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Tabalong melalui Bidang Kebudayaan.

Terlebih ternyata hingga saat ini masih belum semua masyarakat mengetahui tentang keberadaan atau sejarah dari sembilan situs cagar budaya tersebut.

Sembilan situs cagar budaya itu, Goa Batu Babi di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya, Makam Gusti Buasan di Desa Bongkang Kecamatan Haruai.

Masjid Pusaka Banua Lawas dan Makam Penghulu Rasyid di Kecamatan Banua Lawas, Masjid Pusaka Nurul Iman Desa Puain Kanan kecamatan Tanta.

Baca juga: Ornamen Asli yang Ada di Masjid Lancip, Cagar Budaya di Kabupaten HSU 

Baca juga: Sidang Penetapan Cagar Budaya di Kapuas, Tim Ahli Kaji Data dan Akan Buat Rekomendasi

Baca juga: Tabalong Miliki Sembilan Situs Cagar Budaya, Empat Diantaranya Ditetapkan Pusat

Makam Datu Puain atau Datu Ranggama di Desa Puain Kanan kecamatan Tanta, Makam Muhammad Nafis di Desa Bintiru kecamatan Kelua, Makam KH M Arif di Desa Habau Kecamatan Banua Lawas.

Masjid Syuhada di Desa Sungai Durian, Kecamatan Banua Lawas serta Makam Syekh Abdurrahman dan Syekh Abdurrahim di Desa Batang Banyu, kecamatan Banua Lawas.

Kabid Kebudayaan Disdik Tabalong, Masdulhak Abdi, Senin (25/1/2021), mengakui masih ada yang belum mengetahui tentang keberadaan situs cagar budaya itu.

"Setelah kami evaluasi dan survei ternyata masih banyak siswa, masyarakat yang belum mengenal sembilan situs cagar budaya yang ada," katanya.

Untuk itulah, sejak beberapa tahun terakhir ini pihaknya konsen untuk bisa mengenalkan sekaligus melestarikan situs cagar budaya.

Seperti di tahun 2020, dengan menggandeng televisi milik Pemkab Tabalong telah dibuat program khusus berisi konten cagar budaya.

"Kita juga bekerjasama dengan guru-guru sejarah agar siswa bisa saksikan tayangan-tayangan itu supaya siswa bisa lebih mengenal situs cagar budaya yang ada di Tabalong," ujarnya.

Kemudian untuk tahun ini, imbuh Abdi, diprogramkan pembuatan buku yang berisi profil lengkap sembilan situs cagar budaya yang ada di Kabupaten Tabalong.

Baca juga: Masjid Pusaka Banua Lawas, Wisata Religi dan Cagar Budaya di Kabupaten Tabalong

Program ini yang juga bagian dari literasi budaya ini betujuan agar nantinya buku yang dibuat bisa jadi referensi pelajar maupun masyarakat umum.

Dengan apa yang dilakukan, maka diharapkan bisa membuat sembilan situas cagar budaya itu bisa semakin dikenal dan kelestariannya juga terus terjaga.

Bahkan apabila cagar budaya itu bisa berkembang dan semakin dikenal maka selain menjadi wadah belajar, juga akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved