KalselPedia
KalselPedia - Balai Adat Malaris, Loksado HSS Kalsel
Ciri khas warga suku Dayak Meratus adalah adanya rumah balai di tengah-tengah kehidupan mereka.
Penulis: Hanani | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, KalselPedia - Ciri khas warga suku Dayak Meratus adalah adanya rumah balai di tengah-tengah kehidupan mereka.
Rumah balai itu tak hanya sebagai tempat melakukan ritual Aruh Adat, tapi juga sebagai tempat ibadah.
Salah satu balai adat terbesar di Kalimantan Selatan, adalah Balai Adat Malaris.
Letaknya di Desa Loklahung, Dusun Malaris Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Balai tersebut berupa bangunan yang diperuntukkan bagi Suku Dayak Malaris untuk melakukan ritual-ritual khusus seperti aruh adat.
• Ibnu Jamil dan Ririn Ekawati Resmi Menikah, Sempat Ziarah ke Makam Ferry Wijaya
• GMNI Kota Banjarbaru Tanam Seribu Bibit Pohon di Lianganggang Landasan Ulin Selatan
• Pendaftaran BLT UMKM 2021 Online dan Manual, Simak 6 Syarat dan Cek eform.bri.co.id/bpum
Panjang Balai Adat Malaris mencapai sekitar 45x40 meter persegi, dan merupakan balai adat terpanjang sekaligus terbesar di Kecamatan Loksado, bahkan se Kalsel.
Dahulunya Balai Adat Malaris ditinggali oleh beberapa keluarga sekaligus, namun seiring berkembangnya zaman, balai ini tidak difungsikan lagi sebagai tempat tinggal.
Terjadi perubahan budaya, dimana masing-masing keluarga memiliki rumah sebagai tempat tinggal.
Sekarang rumah balai fungsinya sebagai tempat pertemuan keluarga dan pelaksanaan rituan aruh adat sekaligus tempat ibadah penganut Kaharingan.
Tiap tahun, diaksanakan setidaknya tiga kali aruh adat, yaitu menyambut musim tanam, musim panen dan syukuran pasca panen atau disebut Aruh Ganal.
Warga suku Dayak Loksado terkenal ramah dan terbuka dalam menerima pengujung.
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Balai Adat ini, baik saat ritual aruh maupun di luar ritual mereka sangat terbuka. "
Jika ada ritual aruh, kami mengundang warga balai adat lainnya yang ada di Kalsel,"ungkap Damang Asnawi, warga Dusun Malaris, yang juga pengurus kadamangan Kalsel sekaligus mengelola rumah balai tersebut.
Dijelaskan, untuk ritual aruh adat musim tanam, biasanya dilaksanakan tiap Februari.
Sedangkan aruh panen digelar tiap Juni dan syukuran panen atau aruh ganal dilaksanakan tiap September.
"Jika aruh ganal, kami biasanya mengundang warga di lingkungan balai adat se Kalsel. Undangan disampaikan secara lisan maupun melalui telepon genggam karena di Desa Lokahung sudah terjangkau jaringan seluler,"kata Asnawi.
(banjarmasinpost.co.id/hanani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/balai-adat-malaris-di-dusun-malaris-desa-loklahung-kecamatan-loksadohss.jpg)