Program Sekolah Penggerak

Program Sekolah Penggerak Pertama Kembali Digelar Tahun Ajaran 2021/2022, Dibuka untuk 2.500 Sekolah

"Pada tahun ajaran 2021/2022, Program Sekolah Penggerak akan melibatkan 2.500 satuan pendidikan di 34 provinsi dan 110 kabupaten kota,

ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyampaikan tanggapan tentang rekomendasi Panitia Kerja (Panja) Pembelajaran Jarak Jauh dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA -Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka kembali Program Sekolah penggerak di tahun ajaran 2021/2022. Kali ini, kuota yang disediakan untuk 2.500 sekolah.

Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Nadiem mengatakan Kemendikbud mempersilakan sekolah negeri maupun swasta untuk bergabung dalam program ini.

"Pada tahun ajaran 2021/2022, Program Sekolah Penggerak akan melibatkan 2.500 satuan pendidikan di 34 provinsi dan 110 kabupaten kota," ujar Nadiem dalam konferensi pers virtual, Senin (1/2/2021).

Ditambahkan dia, setiap tahunnya, cakupan sekolah yang dapat mengikuti program ini terus bertambah.

BTN Kembali Salurkan KPR BP2BT, Masyarakat Dapat Bantuan Uang Muka Hingga Rp 40 Juta dari Pemerintah

Besok Vaksinasi Perdana di HSS, 10 Pejabat HSS Divaksin Covid-19

Pada tahun ajaran 2022/2023, sekolah yang dilibatkan bertambah menjadi 10.000 di 34 provinsi dan 250 kabupaten dan kota.

Lalu pada tahun ajaran 2023/2024, sekolah yang dilibatkan menjadi 20.000 di 34 provinsi dan 514 kabupaten dan kota.

Nadiem mengungkapkan target selanjutnya, Program Sekolah Penggerak bakal terintegrasi dengan ekosistem pendidikan.

Sehingga seluruh sekolah di Indonesia akan menjadi sekolah penggerak.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. (Dok. Kemendikbud)

"Selanjutnya sampai 100 persen satuan pendidikan menjadi sekolah penggerak," kata Nadiem.

Bagi kepala sekolah di daerah penyelenggara yang ingin menjadi bagian dari program ini dapat mendaftar sebelum 6 Maret 2021 di laman Sekolah Penggerak.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan tujuan Kemendikbud meluncurkan Program Sekolah Penggerak adalah untuk menghasilkan Pelajar Pancasila.

Menurutnya, sistem pendidikan di Indonesia bertujuan untuk menghasilkan para pelajar yang sesuai dengan profil Pelajar Pancasila

"Kita tidak mungkin bisa menjelaskan dengan cara lebih baik apa yang kita inginkan untuk sistem pendidikan kita, daripada ciri-ciri profil-profil daripada manusia yang kita inginkan pada saat mereka keluar dari sistem pendidikan kita," ujar Nadiem dalam konferensi pers virtual, Senin (1/2/2021).

Selama Pandemi, Penjualan Wallsticker Meningkat 80 Persen

Kepala BPS Kalsel Kaget karena Terjadi Deflasi pada Januari 2021

Nadiem memaparkan bahwa profil Pelajar Pancasila yang pertama adalah yang memiliki spiritualitas atau keimanan, serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia.

Menurut Nadiem, nilai-nilai ini adalah bentuk spiritualitas dan moralitas.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved