Ekonomi dan Bisnis
Kepala BPS Kalsel Kaget karena Terjadi Deflasi pada Januari 2021
Tiga daerah diteliti BPS Kalteng yang secara kumulatifnya terjadi deflasi 0,17 persen, Banjarmasin, Tanjung, Kotabaru
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Awal tahun 2021, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami Deflasi sebesar 0,17 persen.
Padahal, Kalsel mengalami bencana banjir. Ada tiga daerah yang diteliti dan kumulatifnya disampaikan deflasi 0,17 persen.
Menurut Kepala Bada Pusat Statistik Kalsel, M Edy Mahmud, dalam rilisnya di kanal youtube BPS Kalsel, Senin (1/2/2021), hal ini menujukkan indikasi baik. Namun, BPS akan lihat tindak lanjut dibulan ke depannya.
"Cukup mengagetkan memang. Padahal, Kalsel ada musibah banjir. Namun statusnya deflasi secara keseluruhan. Ini dipengaruhi dari komoditi transportasi yang alami deflasi yang cukup dalam," tandas Moh Edy Mahmud.
Diuraikannya, memang hampir semua kelompok mengalami inflasi. Sedangkan deflasi, justru hanya terjadi di kelompok tranportasi minus 3,95.
• Berawal dari Online, Futiha Studio Buka Toko Offline Saat Pandemi
• VIDEO Sopir Truk Kesulitan Lintasi Jalan Rusak Antara Mataraman dan Astambul Kabupaten Banjar
"Kelompok lainnya justru inflasi dan kelompok stagnan yakni kelompok pendidikan," kata dia.
Dijelaskan M Edy Mahmud, di Kalsel ada tiga daerah yang dihitung. Masing-masing, Kotabaru dan Tanjung mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,25 persen dan 0,03 persen. Sedangkan Banjarmasin mengalami deflasi sebesar 0,23 persen.
Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan signifikan pada indeks kelompok pengeluaran transportasi sebesar 3,95 persen.
Sementara, sambung M Edy Mahmud, indeks kelompok lainnya mengalami kenaikan yang tidak signifikan.
Di antaranya, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,77 persen, kelompok kesehatan dan perawatan pribadi serta jasa lainnya sebesar 0,69 persen.
• Jelang Imlek Harga Emas Fisik Malah Terkoreksi, Jadi Indikasi Daya Beli Turun?
• Kemenkeu Jamin Tidak Ada Kenaikan Harga Pulsa dan Token Listrik, PMK 06/2021 Berlaku Besok
Lainnya, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,43 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,37 persen; serta empat kelompok lainnya.
Komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kalsel, antara lain angkutan
udara, telur ayam ras, bawang merah, daging ayam ras dan ikan papuyu.
Jika dihitung berdasarkan tahun kalender, pada Januari 2021 Kalimantan Selatan mengalami deflasi sebesar 0,17 persen.
Sementara , tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2021 terhadap Januari 2020) sebesar 1,2 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kepala-bps-kalsel-m-edy-mahmud-menjelaskan-inflasi-dan-deflasi-senin-01022021.jpg)