Berita Tanahlaut

Tekan Lonjakan Harga Elpiji Melon, Diskopdag Tala Mulai Gencarkan Operasi Pasar

Kepala Diskopdag Tala H Syahrian Nurdin mengatakan pihaknya akan terus berupaya mengintensifkan pelaksanaan operasi pasar elpiji melon

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
MYRNA UNTUK BPOST GROUP
Warga Sawahan/Bramban amtusias dan tertib antre membeli elpiji melon murah di lokasi operasi pasar setempat, beberapa hari lalu. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kembali melambungnya harga liquified petroleum gas (LPG) subsidi kemasan tiga kilogram yang juga disebut elpiji melon di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), disikapi serius pemerintah daerah setempat.

Seperti beberapa bulan lalu, melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Diskodag) Tala, kini kembali digencarkan operasi pasar elpiji melon.

Kegiatan itu mulai digeber sejak Selasa pekan lalu bertempat di Desa Panjaratan, Kecamatan Pelaihari.

Desa ini salah satu tempat terdampak banjir.

Sempat Dirawat karena Covid-19, Begini Kondisi Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin

Elpiji Melon Masih Melambung di Pelaihari, Begini Kegundahan Warga

Selama Banjir, Warga di Batola Rentan Diserang Tiga Penyakit ini

Kemudian berlanjut ke kawasan Sawahan dan Bramban di wilayah Kelurahan Pelaihari.

Permukiman padat penduduk ini juga terpapar banjir cukup parah di wilayah Pelaihari.

Lalu menjamah wilayah Atilam di Kelurahan Pabahanan. Senin (1/2/2021) pagi hari ini operasi elpiji melon digelar di Balai Desa Kunyit, Kecamatan Bajuin. Seluruhnya terdera banjir dua pekan lalu.

Kepala Diskopdag Tala H Syahrian Nurdin mengatakan pihaknya akan terus berupaya mengintensifkan pelaksanaan operasi pasar elpiji melon.

Diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat di tengah melonjaknya harga elpiji subsidi tersebut di tingkat eceran.

Kuota elpiji melon di tiap lokasi yakni 280 tabung.

Harga yang dilepas juga tetap seperti beberapa bulan lalu yakni Rp 19 ribu sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Masyarakat di tiap lokasi operasi pasar elpiji melon sangat antusias.

Maklum, sejak beberapa hari lalu pascatersendatnya akses keluar masuk ke Pelaihari, harga elpiji melon melambung hingga Rp 40-45 ribu dan bahkan lebih.

Itu pun barangnya sedikit.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved