Breaking News:

Bisnis Techno

HATI-hati Ada Pembajakan Akun WhatsApp Berkedok Salah Isi Pulsa, Berikut Modus Social Hacking

Modus tersebut berkedok salah input voucher pulsa/game ke nomor pengguna, dan dilanjutkan dengan permintaan untuk mengirim kode OTP

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi hacker - Ada Upaya Pembajakan Akun WhatsApp Berkedok Salah Isi Pulsa, Berikut Modus Social Hacking 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Di media sosial dan berbagai grup percakapan WhatsApp tak sedikit yang membagikan cerita soal modus pembajakan akun WhatsApp.

Nah, saat ini ada modus baru peretasan akun WhatsApp yang meresahkan masyarakat.

Modus tersebut berkedok salah input voucher pulsa/game ke nomor pengguna, dan dilanjutkan dengan permintaan untuk mengirim kode One Time Password (OTP).

Beberapa pengguna WhatsApp juga bercerita kepada Kompas.com bahwa modus peretasan itu masih beredar pada tahun 2021.

Baca juga: VIDEO Tim CSIRT Provinsi Kalsel Dibentuk, Hadapi Hacker Peretas Situs Pemerintahan Kalsel

Baca juga: Tangkal Hacker Cina, Rusia, Indonesia, Pemprov Kalsel Bentuk Tim CSIRT

Baca juga: GAWAT! Lazada Kebobolan, 1,1 Juta Data Pengguna RedMart Diretas dan Dijual Hacker

Modus peretasan itu diawali dari pesan WA yang dikirim oleh nomor tidak dikenal (biasanya mengaku kasir minimarket) kepada nomor pengguna, untuk mengirim enam digit kode OTP yang tertera di SMS yang diterima oleh pengguna.

Sebagian teks dalam SMS tersebut ditulis menggunakan aksara Thailand dan disertai sebuah tautan, seperti contoh berikut:

Contoh modus peretasan WA
Contoh modus peretasan WA (screenshot)

Berdasarkan pengalaman yang dibagikan @hanagokil_, diketahui bahwa setelah mengirimkan kode OTP yang tertera dalam SMS ke nomor tidak dikenal yang mengaku kasir minimarket, akun WA miliknya tidak bisa digunakan lagi.

Modus social hacking

Modus peretasan WA dengan berkedok sebagai kasir minimarket yang salah memasukkan kode voucher pulsa/game, adalah bagian dari praktik yang disebut social hacking.

Melansir The Verge, 23 Januari 2020, modus nyaris serupa juga pernah beredar sebelumnya. Bedanya, pelaku peretasan mengaku sebagai teman korban.

Halaman
1234
Editor: Didik Triomarsidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved