Sport
Olahraga Sumpit Mulai Digemari di Banjarmasin
Olahraga sumpit makin berkembang di Banjarmasin setelah ada organisasi yang menaunginya, yaitu Persatuan Sumpitan Indonesia.
Penulis: Irfani Rahman | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Beberapa lelaki berdiri tegak sambil memagang sumpit yang cukup panjang.
Mereka tampak serius memehang sumpitan yang panjangnya 1 meter hingga 2, 5 meter.
Sesaat napas pun diatur, ketika sudah siap, langsung dihembuskan. Anak sumpit melesat menuju papan sasaran yang jauhnya sekitar 10 meter. Beberapa, mengenai sasaran.
Itulah latihan para atlet sumpit Kota Banjarmasin di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin HM, Kalimantan Selatan.
Baca juga: Portina Balangan Andalkan Cabang Olahraga Sumpit dan Ketapel
Ya, sumpit yang merupakan salah satu senjata tradisional, sudah menjadi olahraga yang mulai digemari masyarakat.
Satu atlet olahraga sumpit, M Dwi Suwastika Brawijaya, mengatakan senang dengan olahraga sumpit ini sejak sekitar dua tahun lalu.
"Tertarik karena senang dan tentunya juga ini melestarikan budaya tradisonal ini," paparnya.
Selain itu juga, memperkenalkan budaya bahwa Kalimantan hebat dalam olahraga ini.
Baca juga: Ketua Portina Kalsel Berharap Olahraga Tradisional Banua Bisa Dikenal di Ajang Nasional
Baca juga: Sumpit dan Panahan Andalan Kalsel di Fornas Samarinda, saat Tuan Rumah Kalsel Juara Umum
Mengenai sulitnya olahraga tersebut, Dwi menuturkan, mungkin mengenai pernapasan. Karena, jarak sasaran biasanya cukup jauh, 15 meter, 25 meter, hingga 35 meter.
Hal senada diutarakan Tajaruddin MPd, gabung di olahraga ini untuk melestarikan budaya.
Dia akui, masih pemula dan tahap belajar. "Memang, napas harus kuat. Saya masih belajar, napas belum kuat. Kadang angin juga mempengaruhi karena anak sumpitnya ringan dan bisa melayang," ucap lelaki yang juga pelatih bisbol Kota Banjarmasin ini.
Sementara itu, Ketua Persatuan Sumpitan Indonesia (Persumi) Kota Banjarmasin, Mahliani, mengatakan, untuk olahraga ini berkembang di Kalsel mulai sekitar 4 tahun lalu.
Baca juga: Pengurus Portina Kalsel Ingin Balogo Jadi Cabang Olahraga Nasional
Baca juga: Sumpit Kalsel Incar 24 Medali Emas Fornas ke-IV di Banjarmasin
"Sebelumnya, sumpit cuma dimainkan komunitas Dayak dari Halong, dari Pegunungan Meratus dan sekitarnya," urai dia.
Setelah Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) mengakomodasi olahraga tradisional ini, akhirnya terus berkembang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/atlet-sumpit-latihan-di-gor-hasanuddin-hm-kota-banjarmasin-kalsel.jpg)