Berita Banjar
Mengidap Kanker Nasofaring, Warga Martapura Ini Tak Bisa Bicara dan Mendengar Lagi
Muhammad Subhan (49), warga Kampung Melayu Ulu, Rt 5, Pematang Seberang, Kabupaten Banjar menderita Kanker Nasofaring
Penulis: Siti Bulkis | Editor: Hari Widodo
Editor : Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Muhammad Subhan (49), warga Kampung Melayu Ulu, Rt 5, Pematang Seberang, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan hanya bisa terbaring lemah di kasurnya.
Empat bulan lamanya sudah, bapak dua anak ini kondisinya cukup memprihantinkan. Bahkan tubuhnya pun terlihat kurus.
Terlihat dari tangan dan kakinya yang hanya seperti tulang dilapisi kulit. Tidak hanya itu, dirinya pun tak dapat berbicara dan mendengar lagi.
Istri Subhan, Nur Atiyah mengatakan, suaminya di diagnosa menderita Kanker Nasofaring.
Baca juga: Hayat Menangis Haru Menerima Bantuan untuk Putranya yang Menderita Kanker Kelenjar Getah Bening
Baca juga: Ini Lima Makanan Penyebab Kanker, Jenis Apa Saja yang Perlu Diwaspadai
Baca juga: Inilah 4 Penyakit yang Intai Pria Saat Usia Bertambah, Dari Disfungsi Ereksi Hingga Kanker Prostat
"Ini baru diketahui November 2020 lalu. Saat itu, ia mengeluh sakit yang sudah tidak tertahankan dan meminta untuk dibawa ke Rumah Sakit Martapura," cerita Ati, Kamis (18/2/2021).
Dari sanalah, menurutnya, Ia dan keluarganya mengetahui penyakit yang di derita suaminya.
Saat itu, dokter mendiagnosa Subhan mengidap Kanker Nasofaring stadium empat.
Kanker Nasofaring adalah salah satu jenis kanker yang timbul pada nasofaring, yakni area yang terletak di belakang hidung, di sebelah atas bagian belakang tenggorokan.
Kondisi ini, menimbulkan gejala berupa benjolan pada tenggorokan, penglihatan kabur, hingga kesulitan membuka mulut.
"Sebelum di diagnosa waktu itu, suami saya sudah sakit tidak mendengar dan lainnya. Akan tetapi, masih bisa ditahan dan ia juga masih bisa beraktifitas. Namun, di November itu, ia sudah tidak tahan lagi dan sampai saat ini kondisinya seperti ini," ujarnya.
Beruntung, untuk pengobatan, mereka memiliki BPJS gratis.
Sementara, untuk menjalani kemoterapi dan dirawat di Rumah Sakit, dirinya mengungkapkan tidak bisa.
"Untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit, kita yang jaga memerlukan biaya, dan itu kami tidak memilikinya," ungkapnya.
Baca juga: Dandim Martapura Kunjungi Penderita Kanker di Tanjung Rema, Beri Tali Asih
Bahkan selama empat bulan terakhir, ia dan keluarga hanya menjalani hidup secukupnya saja dan juga mengandalkan telur dari hasil delapan ekor itik peliharaan Subhan yang dimilikinya saat ia masih mampu mencari nafkah untuk keluarga.
Tak banyak yang di harapkannya. Ati hanya berharap, sang tulang punggung bisa sehat kembali dan ada solusi untuk permasalahan yang di hadapi ia dan keluarga.
(Banjarmasinpost.co.id/Siti Bulkis)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/warga-martapura-alami-kanker-nasofaring.jpg)