Breaking News:

Berita Banjarmasin

Polda Kalsel dan OJK Bentuk Satgas Terkait Investasi Bodong, Begini Tugasnya

Satgas investasi bodong berada di bawah Subdit Fismondev Ditreskrimsus Polda Kalsel karena kasus jenis ini terus bermunculan dari waktu ke waktu.

HUMAS POLDA KALSEL UNTUK BPOST GROUP
Kepala Polda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rikwanto, memimpin audiensi bersama OJK Regional IX Kalimantan dan perwakilan industri jasa keuangan, Rabu (17/2/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan ( Polda Kalsel ) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Investasi Bodong

Sesuai namanya, Satgas yang berada di bawah Subdit Fismondev Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalsel ini bekerja khusus mengawasi dan menelusuri Investasi Bodong

Dibentuknya Satgas ini diungkapkan dalam Rapat Audiensi yang dipimpin Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto,  bersama OJK Regional IX Kalimantan dan perwakilan industri jasa keuangan di Kalsel bertempat di Ruang Kerja Kapolda Kalsel, Rabu (17/2/2021).

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Kalsel, AKBP Budi Hermanto, mengatakan, OJK sesuai tugas pokok dan fungsinya juga ikut terlibat.

Baca juga: Polda Kalsel Gandeng Kalangan Pemuda Tangkal Paham Radikal Terorisme dan Intoleransi

Baca juga: Pelatihan Kader PMII Banjarmasin Ditutup dengan Bantu Korban Banjir di Kabupaten Banjar

"Kami bentuk Satgas dari Krimsus Subdit Fismondev, OJK mengawasi sesuai dengan tupoksinya," terangnya. 

Diketahui, investasi bodong terus bermunculan dari waktu ke waktu. Dan terus berganti cara aksi pelakunya dalam mengiming-imingi korban dengan keuntungan besar dalam jangka waktu pendek. 

Selain terkait investasi bodong, pengawasan Polda Kalsel juga dilakukan terhadap kemungkinan adanya praktik-praktik jual beli menggunakan mata uang asing di dalam negeri khususnya di wilayah Kalsel.

Contohnya transaksi menggunakan dinar dan dirham seperti yang terjadi di pasar muamalah. Sedangkan hal demikian dinilai melanggar aturan yang ada.

Baca juga: Ditsamapta Polda Kalsel Patroli Yustisi, Sasar Tiga Kelurahan Zona Kuning di Banjarmasin

Baca juga: Bantu Putus Penyebaran Covid-19, Polda Kalsel Gelar Apel Kesiapan Tenaga Tracer dan Vaksinator

Kepala OJK Regional IX Kalimantan Riza Aulia Ibrahim, Direktur Utama Bank kalsel Dr H Agus Syahbarudin, Head Of Region BNI Banjarmasin Mahrauza Purnaditya, Bank Mandiri Regional CEO XI Zan Winston Tambunan dan Pimpinan Wilayah BRI Banjarmasin Heri Santoso, turut hadir dalam audiensi ini.

Pada pertemuan ini. sekaligus pula menjadi kesempatan bagi pimpinan baru Bank Mandiri CEO Regional XI Kalimantan mengakrabkan diri dengan Kapolda Kalsel dan para pimpinan perbankan regional setempat. 

Masih kata Kapolda Kalsel, sinergitas antara Kepolisian, OJK dan Perbankan juga penting dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Diketahui, PEN menjadi salah satu titik berat kebijakan Pemerintah agar perekonomian daerah dan nasional yang terdampak efek bencana nasional non alam pandemi Covid-19, maupun bencana alam bisa kembali optimal. 

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved