Breaking News:

Bisnis Techno

WASPADA! Keamanan Percakapan WhatsApp Bisa Hilang, Apa Ya Penyebabnya? Ini Kata Kominfo

WhatsApp mengonfirmasi bahwa enkripsi end-to-end di platformnya akan hilang, begitu pengguna berkomunikasi dengan akun bisnis yang menggunakan API

shutterstock
Ilustrasi WhatsApp - WASPADA! Keamanan Percakapan WhatsApp Bisa Hilang, Apa Ya Penyebabnya? Ini Kata Kominfo 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Beberapa waktu lalu ahli keamanan siber, Zach Duffman, dalam sebuah artikel di Forbes mengatakan ada celah keamanan yang bisa dieksploitasi.

Zach mengatakan, memindahkan isi chat WhatsApp ke penyimpanan awan (cloud) pihak ketiga seperti Telegram, Google, atau Apple tidak sepenuhnya aman.

Duffman mengatakan, Semua percakapan yang dilakukan di WhatsApp dilindungi sistem keamanan dari ujung ke ujung (end-to-end encryption).

Sederhananya, semua chat dan panggilan yang terjadi di WhatsApp dikunci, sehingga, tidak ada pihak lain termasuk WhatsApp yang bisa mengintip isi pesan atau mendengar percakapan panggilan. Pesan hanya bisa dibaca oleh pengirim dan penerima saja.

Baca juga: HATI-hati Ada Pembajakan Akun WhatsApp Berkedok Salah Isi Pulsa, Berikut Modus Social Hacking

Baca juga: 15 Kata Penyejuk Hati Rajab 2021 & Ucapan Selamat Rajab 1442 H, untuk Status & Chat WhatsApp, FB IG

Baca juga: Atasi Melambungnya Harga Elpiji Melon, Pemkab Tala Buka Nomor Pengaduan via SMS dan WhatsApp

Namun, enkripsi itu tidak lagi berlaku saat pesan yang sudah diterima oleh perangkat dicadangkan ke penyimpanan awan seperti iCloud atau Google Drive.

Namun baru-baru ini, WhatsApp mengonfirmasi bahwa enkripsi end-to-end di platformnya akan hilang, begitu pengguna berkomunikasi dengan akun bisnis yang menggunakan Application Programming Interface (API) milik WhatsApp.

Hal itu termasuk dalam pembaruan Persyaratan Layanan dan Kebijakan Privasi baru di platformnya, yang akan berlaku mulai15 Mei mendatang.

Menanggapi hal itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo) akhirnya memberi tanggapan baru. Kominfo meminta WhatsApp maupun Facebook agar lebih transparan, khususnya terkait hak-hak pengguna di platformnya.

"Kominfo meminta agar seluruh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) mematuhi seluruh peraturan perundang-perundangan yang berlaku terkait kegiatan di ruang digital, termasuk ketentuan-ketentuan mengenai hak-hak pengguna," kata Dedy Permadi, juru bicara Kementerian Kominfo.

Dedy mengatakan, WhatsApp telah memberikan penjelasan kepada Kominfo terkait hilangnya sistem keamanan end-to-end encryption di akun WhatsApp, saat pengguna berkomunikasi dengan perusahaan besar yang menggunakan API WhatsApp.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved